Info Lowongan KerjaTersedia 8000 Info Lowongan, Masa Depan Ada di Tangan Anda
Tampilkan postingan dengan label tips berkarir sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips berkarir sukses. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Desember 2010

Tips Sukses Melakukan Negosiasi Gaji

Anda memiliki tawaran pekerjaan di tangan. Berapa banyak waktu luang yang Anda miliki untuk bernegosiasi gaji dan kondisi pekerjaan lainnya? Jawabannya berkisar dari tidak banyak banyak. Salah satu faktor kunci adalah diskusi tentang gaji, tunjangan, dan kondisi kerja yang terjadi selama proses wawancara.
kerja lowongan

Anda telah berbagi kemungkinan Anda saat ini atau paling baru gaji dengan majikan yang potensial; pemberi kerja yang potensial mungkin telah berbagi kisaran gaji untuk posisi dengan Anda. Iklan pekerjaan diposting juga mungkin telah memberikan Anda gambaran tentang kisaran gaji. Jangan mengandalkan ini, Namun, karena majikan tidak mau meletakkan kartu mereka di meja pertama. Setelah semua, apa yang ingin menjadi calon yang ditawarkan dan menerima posisi di rendah untuk mid-range dari rentang gaji lain?

Negosiasi Gaji Dari Sudut Pandang Perusahaan

Akibatnya, gaji kelonggaran negosiasi perusahaan tergantung pada faktor-faktor: loker
* Tingkat pekerjaan dalam organisasi Anda,
* Kelangkaan keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk pekerjaan di pasar kerja,
* Kemajuan karir dan pengalaman individu yang dipilih,
* Nilai pasar wajar untuk pekerjaan Anda mengisi
* Kisaran gaji untuk pekerjaan dalam organisasi Anda
* Kisaran gaji untuk pekerjaan di wilayah geografis Anda,
* Kondisi ekonomi yang ada dalam pasar kerja Anda,
* Kondisi ekonomi yang ada dalam industri Anda, dan
* Faktor-perusahaan tertentu yang mungkin mempengaruhi gaji yang diberikan seperti pekerjaan perbandingan, budaya Anda, filsafat membayar Anda, dan praktik promosi Anda.

Bottom line? Seberapa buruk Anda inginkan dan butuhkan calon ini? Jika Anda terlalu miskin, strategi negosiasi Anda dengan cepat akan berubah menjadi suatu kapitulasi. Dan, penyerahan, membayar lebih dari yang Anda mampu, membayar proporsional untuk rentang membayar karyawan Anda saat ini, dan membayar gaji karyawan baru dan tunjangan di luar zona kenyamanan Anda adalah buruk bagi majikan dan buruk bagi kandidat.

Pekerjaan karyawan baru adalah diamati di bawah mikroskop; harapan majikan mungkin terlalu tinggi. Fellow karyawan dapat membenci gaji dinegosiasikan dan memikirkan karyawan baru sebagai primadona. Dalam win-win negosiasi gaji, dan karyawan meninggalkan perasaan negosiasi siap untuk memulai dalam jangka panjang, hubungan yang sukses.

Jika Anda pernah terlibat dalam negosiasi gaji intens, Anda tahu bahwa negosiasi dapat mengkonsumsi energi mental dan fisik Anda jauh di luar kepentingannya. Ini karena, pada saat Anda mencapai tahap pembuatan penawaran, Anda telah menghabiskan waktu untuk mengembangkan kolam calon. Anda telah mewawancarai berbagai calon selama berminggu-minggu.

Organisasi Anda telah menginvestasikan waktu dan energi dalam membujuk dan mengenal calon pilihan akhir Anda. Lebih canggih kandidat, kandidat tingkat yang lebih tinggi, dan calon dengan kemajuan karir yang signifikan akan dapat surat penawaran awal Anda, sehingga diharapkan hal itu.

Selain itu, harapan dan kebutuhan kandidat dapat sisi buta kadang-kadang majikan. Jika beberapa orang telah melakukan wawancara - yang saya sarankan - Anda memiliki sedikit kontrol atas harapan yang diutarakan dan apa calon datang untuk percaya tentang posisi sebagai hasil wawancara. Anda juga tidak memiliki kontrol atas isi penawaran dari perusahaan lain yang dapat terjadi secara simultan.
Tips Negosiasi Gaji

Meskipun mereka tidak dimaksudkan untuk secara komprehensif detail bagaimana untuk melakukan negosiasi gaji, saya menawarkan petunjuk dan tips ini untuk memastikan Anda melakukan negosiasi gaji yang sukses.
  • Negosiasi adalah bukan menang - kecuali kedua belah pihak menang. Jika salah satu pihak merasa mereka telah menyerah, tidak negosiasi, kedua belah pihak kalah.
  • Lakukan segala upaya untuk mengidentifikasi gaji dan tunjangan terbaru calon Anda diterima. Sebagian besar organisasi meminta gaji pada aplikasi pekerjaan mereka dan di lowongan pekerjaan dan iklan. Beberapa kandidat menawarkan W-2 bentuk dan bukti lain dari gaji. Anda juga dapat meminta mantan pengusaha selama pemeriksaan referensi. Anda mungkin tidak dapat mencocokkan gaji tetapi Anda akan memiliki ide yang baik dari apa yang akan mencari kandidat selama negosiasi gaji.

Kamis, 09 Desember 2010

Semangat Bekerja Berkat Meja Kerja di Kantor

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas dan semangat kerja di kantor. Salah satunya dapat berawal dari meja kantor. Kondisi meja kantor yang tak tersusun rapi dapat menyebabkan efektivitas dan semangat bekerja terganggu. Oleh sebab itu, berikut ini adalah beberapa kiat dalam mengatur meja kantor.
Pertama, aturlah meja anda untuk mepermudah pekerjaan. Bertumpuknya kertas-kertas pekerjaan atau dokumen d meja akan sangat mengganggu. Oleh sebab itu, aturlah meja kantor menjadi 3 bagian yaitu, dokumen baru, dokumen yang sedang diproses, dan dokumen yang sudah selesai dikerjakan.setelah itu, jangan lupa untuk memberi nama di setiap masing-masing bagian. Hal ini untuk memudahkan bagi teman anda yang akan menaruh pekerjaan atau dokumen yang baru.
Kedua, simpan benda-benda yang kurang diperlukan di laci meja. Agar barang-barang tidak bertumpuk di atas meja, letakkan benda-benda penting saja di atas meja. Benda-benda seperti komputer, peralatan tulis-menulis, rak berkas, serta kertas-kertas kosong dapat anda simpan di atas meja. Sementara, benda-benda yang lainnya dapat anda simpan di laci meja. Hal ini akan memudahkan anda mencari barang-barang yang memang diperlukan.
Ketiga, jangan lupa untuk merapikan meja setiap pulang dari kantor. Setelah bekerja seharian, tentu ada benda-benda yang tercecer tidak pada tempatnya. Jika tidak dirapikan, esok hari anda akan kerepotan mencari benda-benda yang diperlukan. Oleh sebab itu, sebelum pulang dari kantor, segera rapikan benda-benda pada tempatnya semula. Contohnya, jika anda memiliki suatu pekerjaan yang belum sempat diselesaikan, simpanlah pekerjaan tersebut di bagian “dokumen yang sedang diproses”.
Keempat, kondisi meja kantor dapat mempengaruhi suasana kerja. Ya, kondisi meja yang berantakan akan membuat anda tidak nyaman dalam bekerja. Namun, kondisi meja yang rapi dengan konsep tata letak yang sama pun ternyata dapat mempengaruhi suasana kerja. Rasa jenuh dapat timbul jika tata letak meja kantor anda selalu sama setiap harinya.
Oleh sebab itu, paling tidak dalam waktu empat bulan sekali ubahlah tata letak benda-benda di meja kantor. Contohnya, jika biasanya komputer berada di tengah-tengah meja, geserlah agak ke sebelah kiri meja. Begitu pula dengan benda-benda yang lain. Hal ni dapat menimbulkan suasana dan semangat yang baru dalam bekerja. Selamat bekerja.

Tips Menemukan Pekerjaan Impian

Pekerjaan impian adalah pekerjaan yang sesuai dengan hobi atau kegemaran dan minat Anda, sehingga Anda dengan senang hati untuk melakukan pekerjaan tersebut. Jika untuk mendapatkan pekerjaan impian, membuat Anda harus keluar-masuk bermacam perusahaan, mencari info lowongan kerja terbaru yang sesuai dengan dream job tersebut, kenapa tidak? Namun tentu saja, untuk mencari pekerjaan yang Anda cintai juga butuh strategi. Misalnya, hal-hal apa sih yang sebenarnya bisa membuat Anda bahagia dengan pekerjaan tersebut? Adakah jalan untuk mendapatkannya? Faktor apa yang sebenarnya bisa diabaikan?

Ikuti 8 tips berikut untuk memastikan bahwa pekerjaan Anda nantinya adalah benar yang Anda impikan tidak melulu hanya mempertimbangkaan berdasarkan gaji, jabatan, dan tanggung jawabnya :

1. Segera putuskan untuk berganti pekerjaan
Boleh dibilang, sedikit sekali orang yang menyesal telah meninggalkan pekerjaan lamanya di suatu perusahaan karena merasa pekerjaan barunya lebih buruk. Kebanyakan orang yang mengundurkan diri dari pekerjaannya kelak menyesal mengapa tidak sedari dulu resign. Kita memang sering bertahan di perusahaan, meskipun suasana makin tidak nyaman (dan tenaga diperas habis-habisan) dengan harapan segalanya akan menjadi lebih baik. Pikirkan kembali hal ini. Jika sudah waktunya berganti pekerjaan, segera buat keputusan, dan mulailah mencari pekerjaan lain yang sesuai harapan Anda. Semakin lama Anda bertahan dalam pekerjaan yang membosankan, semakin hal itu akan menguras energi dan kepercayaan diri yang Anda perlukan untuk mencari yang baru.

2. Beri waktu untuk mencari
Anda tidak akan tahu pekerjaan dan situasi kantor seperti apa yang akan cocok untuk Anda. Mungkin kerja lowongan pertama yang Anda lamar, mungkin juga yang ke-5, 6, dan seterusnya. Yang pasti, beri waktu bagi diri Anda untuk mencari secara aktif. Jangan biarkan Anda menentukan batas waktu yang membuat Anda memaksakan diri menerima pekerjaan yang tidak begitu Anda sukai. Selain itu, jangan termakan desakan teman-teman yang mendorong Anda untuk segera keluar.

3. Fokus pada apa yang Anda sukai pada pekerjaan, bukan yang Anda benci
Banyak orang mengundurkan diri dari pekerjaan untuk menghindari konflik di kantor. Namun ketika memutuskan menerima pekerjaan baru, Anda tidak bisa hanya berpegangan pada hal-hal yang ingin Anda hindari (yang terjadi di kantor lama). Sebab, pasti ada begitu banyak hal yang mungkin ingin Anda hindari. Sementara, jika Anda kelewat keras berusaha menghindari semua hal yang buruk, Anda tetap saja tak akan bahagia. Agar merasa bahagia di tempat kerja, Anda perlu berfokus pada hal-hal yang baik. Bersyukur bahwa Anda mendapatkan pekerjaan yang Anda cita-citakan sejak dulu, meskipun-misalnya-Anda harus menempuh jarak 30 km dari rumah untuk mencapai kantor.

4. Lupakan dulu gajinya
Kebanyakan orang pasti akan mengharapkan gaji yang lebih tinggi, yang membuat mereka puas. Namun, pemikiran seperti ini harus dikoreksi. Sebuah studi yang dibuat oleh dua profesor dari Princeton University, yaitu ekonom Alan B Krueger dan psikolog Daniel Kahneman, menyatakan bahwa gaji tinggi yang sering dikaitkan dengan mood yang baik sebenarnya hanya khayalan. Orang dengan penghasilan di atas rata-rata pada umumnya merasa puas dengan hidup mereka, namun kurang bahagia dibandingkan dengan orang lain, dalam hidup sehari-hari. Mereka cenderung lebih tegang, dan tidak begitu bisa mengikuti aktivitas yang menyenangkan. Penghasilan yang lebih baik tentu penting, tetapi jika Anda menerima kenaikan gaji 25 persen, namun merasa stres dan frustrasi sepanjang waktu, tak ada gunanya bukan?

5. Abaikan hal-hal lain yang tidak relevan
Sebagian orang menerima pekerjaan baru karena jabatan yang ditawarkan, fasilitas khusus (mobil berikut sopirnya), nama besar perusahaan, status, atau tekanan dari lingkungan. Anda berpikir, "Kalau aku mengambil pekerjaan ini, suamiku pasti bangga." Percayalah, tak satu pun dari faktor-faktor ini yang akan membuat Anda bahagia.

6. Mintalah apa yang Anda inginkan
Akan lebih mudah untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan jika Anda memintanya. Tak percaya? Dalam wawancara kerja, sampaikan kepada para pewawancara bahwa merasa nyaman dan bahagia di tempat kerja sangat penting bagi Anda. Lalu katakan pada mereka apa yang membuat Anda dapat mencintai pekerjaan. Tentu saja, dengan meminta hal-hal ini belum tentu Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang dimaksud. Tetapi itulah intinya. Jika pekerjaan itu tidak akan membuat Anda nyaman di tempat kerja, Anda tidak akan menginginkannya.

7. Buatlah agar pekerjaan itu menyenangkan
Anda lah yang akan membuat pekerjaan itu menjadi menyenangkan. Anda bisa duduk saja di meja Anda, menunggu rekan kerja atau manajer membuat Anda bahagia. Atau, Anda yang memutuskan apa yang membuat Anda bahagia di tempat kerja, menyampaikan kepada rekan yang lain tentang hal itu, dan mewujudkannya. Misalnya, pekerjaan itu menyenangkan bila Anda dibebaskan untuk menyalurkan ide-ide Anda. Tetapi, jangan menunggu sampai atasan memberi tugas yang menuntut Anda menyampaikan gagasan. Berikan gagasan Anda kapan pun Anda bisa.

8. Bebaskan diri Anda untuk mengundurkan diri pada waktunya
Sangat menyiksa jika Anda tidak bisa terbebas dari pekerjaan yang tidak Anda sukai. Karena itu, mengetahui bahwa tidak ada keharusan untuk survive di perusahaan ini justru akan membuat Anda menyukai pekerjaan Anda. Sebab, tidak ada tekanan dalam melakukannya. loker

Rabu, 08 Desember 2010

Keterampilan yang paling dicari dalam melamar pekerjaan

Seperti tiap orang yang ingin karirnya maju, masa depan karir anda juga ditentukan keterampilan yang anda miliki dan dapat anda ‘jual’ pada perusahaan. Dan para pencari kerja dengan keterampilan yang diinginkan perusahaan pencari kerja itulah, yang akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan.
Sebenarnya, anda dapat meningkatkan keterampilan yang anda miliki lho, tentu saja tergantung dengan minat, kemampuan, bakat, kecukupan dana dan kesesuaian target karir. Tetapi, mengingat ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ataupun saat mendatang, maka lebih baik anda mengutamakan untuk memiliki keterampilan yang berguna untuk peningkatan karir anda dalam waktu dekat. Berikut ini 8 keterampilan yang paling dicari saat ini,menurut penelitian Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.
1. Keterampilan bahasa asing
Pada jaman modern seperti ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak di semua perusahaan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan. Karena itu, mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis, acapkali lebih disukai dan diprioritaskan dalam ujian saringan masuk di sebuah perusahaan. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.
2. Keterampilan teknis tentang mesin
Saat ini, teknologi adalah mutlak diperlukan di semua bidang usaha. Bagian instalasi yang memperbaiki sebagian besar jaringan listrik suatu gedung, peralatan elektronik dan sebagainya. Insinyur, bagian telekomunikasi, ahli otomotif, ahli transportasi adalah sebagian diantara bidang kerja yang masuk dalam kategori ini.
3. Keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia
Umumnya, perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari satu orang, tentu mempunyai masalah yang berhubungan erat dengan bagaimana melakukan interaksi timbal balik di perusahaan itu. Sehingga sudah pasti, sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada bagaimana para pegawai di semua lini perusahaan itu dapat saling bekerja sama. Mereka yang bergerak di bidang kerja ini umumnya memang memahami dan menangani segala kebutuhan para pekerja di suatu perusahaan.
4. Keterampilan di bidang pemrograman komputer
Perusahaan masa kini telah sangat bergantung pada sistem komputerisasi yang canggih. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer. Jika anda mempunyai keterampilan berupa penguasaan seluk beluk tentang HTML, Visual Basic, Unix atau SQL Server, anda akan menjadi salahsatu aset besar perusahaan dan berpeluang meningkatkan karir anda.
5. Keterampilan Mengajar
Sebagai bagian dari komunitas modern yang selalu berkembang setiap waktu, perusahaan masa kini kerap menginginkan anak buahnya mempuanyai pengetahuan yang multi dimensi, bahkan yang bukan bidang kerjanya. Sebab itu, kini banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap ‘dikejar’ banyak perusahaan untuk memberikan ‘short course’ bagi pegawai mereka.
6. Keterampilan manajemen keuangan
Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan penasihat bisnis, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan mereka. Oleh karena itulah, anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.
7. Keterampilan ilmu kimia dan matematika
Banyak sekali kemajuan besar di dunia ini tercipta dari beragam penemuan di bidang kimia dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan pasar kerja terhadap sumber daya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.
8. Keterampilan memecahkan masalah
Berbagai tugas yang kita hadapi setiap harinya, loker baik secara personal dan juga dari segi bisnis merupakan hal yang kompleks yang kerap terjadi. Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan-keputusan yang efektif adalah nilai tambah yang paling dicari perusahaan. Yang masuk dalam kategori ini misalnya bidang kerja bisnis administrasi, konsultan manajemen, administrasi negara, ilmu pengetahuan, obat-obatan atau insinyur.

Tips negosiasi gaji

Setelah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara kerja, besar kemungkinan anda akan
diterima kerja lowongan di perusahaan tersebut. Maka yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan diri
untuk menerima pertanyaan, “Berapa gaji yang anda inginkan ?”
Negoisasi gaji adalah salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan. Jika meminta
jumlah yang terlalu besar, perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya merekrut anda.
Sebaliknya, jika jumlah yang anda minta terlalu rendah, mungkin anda akan diterima, namun
gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya dibayarkan perusahaan tersebut.
Setelah bekerja selama beberapa waktu, alu anda mengetahui fakta tersebut, pastilah anda
akan merasa kecewa. Dan solusinya adalah meminta kenaikan gaji, dan hal ini bukanlah
proses yang mudah. Untuk “memenangkan” negosisasi gaji pada saat interview, ikuti petunjuk
berikut : loker
PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi
Sebelum wawancara, manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari
teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan tersebut/industri serupa, terutama untuk
divisi atau posisi yang sama. Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai
survey/informasi gaji.
PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan
Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda inginkan.
Semakin lama anda “menunda”, maka semakin banyak informasi yang bisa didapatkan untuk
“memenangkan” negoisasi gaji.
Langkah awal, pada saat wawacara, anda sebaiknya “mencari tahu” dari sang pewawancara,
ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa lama lowongan tersebut
dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang lama, ada kemungkinan
perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi. Jika anda high
qualified, mungkin anda bisa mendaptkan nominal yang dinginkan.
PERATURAN KE 3 : Berlatih
Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi jangan terlalu tinggi
dari standar gaji yang berlaku untuk industri/perusahaan tersebut. Jika ini terjadi, pewawancara
malah menganggap anda tidak serius. Ini berarti anda kehilangan kesempatan.
Jika anda menginginkan sejumlah nominal yang tinggi untuk gaji anda, katakanlah sejumlah
gaji pada top range, tunjukkah bahwa kualifikasi anda memang pantas untuk itu. Sebelum hari
wawancara, anda bisa mempersiapkan “pidato” selama 1-2 menit yang mendeskrisikan apa
yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda diterima bekerja di tempat tersebut.
Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran, anda tidak harus
memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu untuk mempertimbangkan
semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran perusahaan lebih rendah dari yang anda
harapkan, anda bisa saja menolak.
Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahan lain.
Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah posisi yang ditawarkan nerupakan
langkah strategis untuk perkembangan karir anda.
BEBERAPA SITUASI DALAM NEGOSISASI GAJI
— . Perusahaan melakukan “secreening phobe call”
Yang harus anda lakukan adalah bertanya dengan sopan mengenai kisaran gaji untuk posisi
tersebut.

tips seputar menghadapi interview

Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan seputar kerja lowongan
1. Ceritakan tentang diri anda
Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.
“Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. “Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.
Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”
Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.
Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin-poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.
2. Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara. Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.
“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ‘saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’ Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.
Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”
Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”
3. Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.
Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.
Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing! (Lily Bertha Kartika/ berbagai sumber)
KETERAMPILAN PALING DICARI PERUSAHAAN
Apakah anda punya salahsatunya ..?
Seperti tiap orang yang ingin karirnya maju, masa depan karir anda juga ditentukan keterampilan yang anda miliki dan dapat anda ‘jual’ pada perusahaan. Dan para pencari kerja dengan keterampilan yang diinginkan perusahaan pencari kerja itulah, yang akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan.
Sebenarnya, anda dapat meningkatkan keterampilan yang anda miliki lho, tentu saja tergantung dengan minat, kemampuan, bakat, kecukupan dana dan kesesuaian target karir. Tetapi, mengingat ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ataupun saat mendatang, maka lebih baik anda mengutamakan untuk memiliki keterampilan yang berguna untuk peningkatan karir anda dalam waktu dekat. Berikut ini 8 keterampilan yang paling dicari saat ini,menurut penelitian Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.
1. Keterampilan bahasa asing
Pada jaman modern seperti ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak di semua perusahaan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan. Karena itu, mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis, acapkali lebih disukai dan diprioritaskan dalam ujian saringan masuk di sebuah perusahaan. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.
2. Keterampilan teknis tentang mesin
Saat ini, teknologi adalah mutlak diperlukan di semua bidang usaha. Bagian instalasi yang memperbaiki sebagian besar jaringan listrik suatu gedung, peralatan elektronik dan sebagainya. Insinyur, bagian telekomunikasi, ahli otomotif, ahli transportasi adalah sebagian diantara bidang kerja yang masuk dalam kategori ini.
3. Keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia
Umumnya, perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari satu orang, tentu mempunyai masalah yang berhubungan erat dengan bagaimana melakukan interaksi timbal balik di perusahaan itu. Sehingga sudah pasti, sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada bagaimana para pegawai di semua lini perusahaan itu dapat saling bekerja sama. Mereka yang bergerak di bidang kerja ini umumnya memang memahami dan menangani segala kebutuhan para pekerja di suatu perusahaan.
4. Keterampilan di bidang pemrograman komputer
Perusahaan masa kini telah sangat bergantung pada sistem komputerisasi yang canggih. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer. Jika anda mempunyai keterampilan berupa penguasaan seluk beluk tentang HTML, Visual Basic, Unix atau SQL Server, anda akan menjadi salahsatu aset besar perusahaan dan berpeluang meningkatkan karir anda.
5. Keterampilan Mengajar
Sebagai bagian dari komunitas modern yang selalu berkembang setiap waktu, perusahaan masa kini kerap menginginkan anak buahnya mempuanyai pengetahuan yang multi dimensi, bahkan yang bukan bidang kerjanya. Sebab itu, kini banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap ‘dikejar’ banyak perusahaan untuk memberikan ‘short course’ bagi pegawai mereka.
6. Keterampilan manajemen keuangan
Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan penasihat bisnis, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan mereka. Oleh karena itulah, anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.
7. Keterampilan ilmu kimia dan matematika
Banyak sekali kemajuan besar di dunia ini tercipta dari beragam penemuan di bidang kimia dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan pasar kerja terhadap sumber daya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.
8. Keterampilan memecahkan masalah
Berbagai tugas yang kita hadapi setiap harinya, baik secara personal dan juga dari segi bisnis merupakan hal yang kompleks yang kerap terjadi. Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan-keputusan yang efektif adalah nilai tambah yang paling dicari perusahaan. Yang masuk dalam kategori ini misalnya bidang kerja bisnis administrasi, konsultan manajemen, administrasi negara, ilmu pengetahuan, obat-obatan atau insinyur.

contoh surat lamaran kerja/cv

Jakarta, 29 Maret 2009
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
General Manajer
PT. Dewi Sintho Abadi ( DSA )

Jl. Kembang Setaman No. 113
Jakarta Selatan
Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Dewi Sintho Abadi ( DSA ), seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 27 Agustus 2007. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Dewi Sintho Abadi ( DSA ).
Data singkat saya, seperti berikut ini.

Nama Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir
Alamat
Telepon, HP,
e-mail
Status Perkawinan
: Nama Anda : Banyuwangi, 5 Januari 1984
: Sarjana Akuntansi Universitas Brawijaya – Malang
: Jl. Bandung 54 Malang 65113
: 021 – 56854124, HP = 0817 8895625
: contohlamaran@gmail.com
: Menikah.
Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.
Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Adira Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
  1. Daftar Riwayat Hidup.
  2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
  3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.
Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.
Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.
Hormat saya,
Nama Anda Di Sini
 

Rabu, 24 November 2010

Persiapan Menghadapi Interview

Adapun tujuan menyusun resume yang efektif adalah agar Anda mendapatkan panggilan kerja. Panggilan kerja ini bisa bermacam-macam bentuknya, ada yang langsung dipanggil recruiter untuk mengikuti serangkaian tes (wawancara, tes bakat, psikotes, tes kesehatan, dll), ada juga recruiter yang memulai rangkaian tes tersebut dengan wawancara awal (saat mengikuti job fair).
Setelah itu recruiter akan merekomendasikan calon pelamar, yang memenuhi kriteria, untuk mengikuti tes-tes selanjutnya. Bagaimanapun juga, berbagai macam tipe panggilan kerja yang dilakukan, tetap ada sesi wawancara dengan calon pelamar.
Tujuan umum dari dilakukannya sebuah wawancara adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana level pribadi Anda.
2. Mempelajari lebih dalam kualifikasi yang Anda miliki.
3. Mengumpulkan informasi apa saja yang relevan dari diri Anda yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
4. Menyediakan informasi tambahan mengenai posisi kita dalam organisasi.
5. Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar siapa yang secara spontan akan di terima dalam pekerjaan yang ditawarkan.
Wawancara yang Anda lakukan 75% dipengaruhi oleh kesiapan mental dan 25% sisanya merupakan kemampuan Anda mengaitkan setiap pertanyaan yang diajukan dengan pengalaman yang Anda miliki. Wawancara termasuk bagian yang paling penting dalam sebuah proses rekrutmen karyawan. Keberhasilan dalam sesi wawancara adalah poin penting bagi keberhasilan Anda dalam proses seleksi.

INTERVIEW ADALAH PELUANG EMAS

Memfokuskan diri pada persiapan dan dengan banyak membaca tips-tips interview akan mampu membangun rasa percaya diri yang dibutuhkan pada saatnya tiba. Interview memberikan kesempatan kepada Anda untuk menjelaskan dengan gaya dan kata-kata sendiri, mengenai pengalaman apa saja yang Anda miliki, memampuan dan hal penting yang memungkinkan Anda menjadi salah satu kandidat terbaik dalam organisasi mereka. Sebagai tambahan, wawancara juga memberikan peluang pada Anda untuk mendemonstrasikan kemampuan pribadi, profesionalisme dan gaya atau cara kerja.

PERSIAPAN WAJIB

Wawancara dapat diumpamakan dengan pertempuran, untuk bisa memenangkan pertempuran tersebut Anda harus mengetahui siapa yang Anda hadapi, serta megatur senjata apa yang paling tepat akan digunakan untuk mengatasi serangan yang dilakukan oleh lawan Anda. Untuk itu langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :
1. Pelajari posisi yang Anda lamar, posisi dalam struktur organisasi, job description dan perannya dalam organisasi.
2. Ketahui lebih dalam segala hal mengenai perusahaan yang Anda lamar. Anda dapat memperoleh informasi tersbut dari :
  • Surat kabar, news letter
  • Web site resmi perusahaan
  • Saudara yang (pernah) bekerja di perusahaan tersebut
  • Produk-produk yang ada di pasaran
  • Iklan.
3. Pelajari tipe-tipe pertanyaan yang diajukan (biasanya seputar CV yang Anda tulis)
4. Perhatikan dengan seksama lokasi dan waktu wawancara, jangan sampai Anda terlambat karena putar-putar mencari lokasi.
5. Bawa dokumen penting Anda, terutama yang sesuai dengan surat lamaran yang dikirim.
6. Bawa surat referensi atau rekomendasi apa bila memungkinkan
7. Siapkan berapa jumlah gaji yang diinginkan

INGAT NAMA PEWAWANCARA

Sepertinya mengingat nama si pewawancara tidaklah penting, namun dalam hubungan yang cukup singkat itu Anda diharapkan bisa memberikan kesan positif. Dengan menyebut nama interviewer pada setiap menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan akan membuat interviewer merasa dihargai. Coba bandingkan antara kedua bentuk pertanyaan berikut ini :
Sang interviewer berkata : “apakah ada yang ingin Anda tanyakan saudara Andi?”, selanjutnya Anda bertanya
Contoh :
1. “Bolehkah saya tahu, mengapa posisi tersebut saat ini kosong?”
2. “Bolehkah saya tahu, mengapa posisi tersebut saat ini kosong, Pak Dany?”
Selain merasa dihargai, interviewer akan menilai bahwa Anda konsentrasi, antusias dan benar-benar memperhatikan apa yang mereka tanyakan.

DON’T USE “YES” & “NO” ANSWER

Usahakan agar dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, jangan berhenti pada kata-kata “ya” dan “tidak” saja. Jawaban “ya” dan “tidak” adalah jawaban mati, dan menggambarkan kedangkalan ilmu pengetahuan Anda. Sebuah jawaban pertanyaan harus disertai dengan jawaban yang lebih mendetil dan diskriptif. Siapkan diri Anda dengan pengetahuan-pengetahuan sederhana seputar posisi yang dilamar. Kadang-kadang pertanyaan yang diajukan bersifat jebakan dan membuat Anda kehilangan kata-kata untuk menjawab pertanyaannya. Tetapi yang harus menjadi pedoman adalah sebisa mungkin mengingat kembali pengalaman-pengalaman yang Anda miliki dan mengkonversinya sehingga informasi yang disampaian cukup relevan dengan pertanyaannya.
Contoh pertanyaan :
Interviewer : “Apakah Anda pernah menduduki posisi supervisor marketing di perusahaan lain?”
Jawaban #1 : “Tidak, belum pernah”
Jawaban #2 : “Saya beberapa kali memimpin tim dalam proyek penjualan, bersama dengan beberapa salesperson, SPG dan Merchandiser, khususnya untuk modern market dan terbukti sukses meningkatkan penjualan dan pangsa pasar dari 10% menjadi 40%”.

Penjelasan :

Pada jawaban pertama, Anda langsung menjawab ”Tidak”, sehingga akan langsung mendapat penilaian bahwa Anda tidak qualified atau tidak memenuhi syarat. Tetapi pada jawaban yang kedua, Anda tidak secara langsung menjawab tidak, tetapi Anda mengkonversi pengalaman menjalankan tugas seorang supervisor marketing, meskipun sesungguhnya Anda belum pernah menduduki jabatan tersebut (hanya sebagai sales person), dan hasil yang dicapai pun adalah hasil kerja sama tim. Dan Anda tidak berbohong.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Minggu, 21 November 2010

To The Point Dalam Mengutarakan Pendapat

Betapa menyebalkan berhadapan dengan orang yang bicara berputar-putar atau tidak langsung pada point yang dimaksud. Apakah Anda pernah menemui orang dengan tipe seperti itu, atau lebih parah lagi, apakah Anda termasuk orang yang memiliki tipe seperti itu? Hati-hati lho, sifat yang satu ini bisa membuat orang menjauh dari Anda, dan dapat menghambat karir dan pekerjaan. Untuk menghindari kecenderungan ini, simak kiat-kiat berikut.
  1. Mengulang hanya kalau dibutuhkan
    Jangan mengulang-ulang komentar atau pendapat yang Anda sampaikan kecuali bila lawan bicara tidak mendengar atau menunjukkan gelagat tidak mengerti. Setelah mengulang, lanjutkan pembicaraan.
  2. Jangan utarakan pendapat yang telah diutarakan sebelumnya
    Ungkapkan ide-ide atau pemikiran baru dalam diskusi dan jangan mengulang apa yang telah disampaikan oleh orang lain. Rasanya tidak ada orang yang ingin mendengarkan hal yang sama diulang-ulang kembali.
  3. Hindari kebiasaan membumbui/menambahkan kata-kata
    Lontarkan komentar/pendapat dengan kalimat sesederhana mungkin namun tepat dalam mengekspresikan maksud. Dalam kursus menulis, kita diajarkan untuk meng-edit kata-kata yang ingin ditulis supaya lebih sigkat dan mudah dimengerti. Tidak ada salahnya bila Anda menerapkan konsep yang sama dalam percakapan/komunikasi verbal.
  4. Ritme bicara
    Cepat-lambatnya seseorang berbicara mempengaruhi apakah orang lain dapat mengerti atau tidak apa yang hendak disampaikan. Kalau berbicara terlalu cepat, bisa-bisa apa yang hendak Anda sampaikan malah tidak jelas. Sebaliknya, hindari berbicara dengan ritme yang terlalu pelan/lambat, sehingga lawan bicara mampu menyela pembicaraan dengan mengutarakan apa yang ingin Anda sampaikan.
  5. Hindari lelucon
    Jangan berusaha membuat lelucon-lelucon yang mungkin ditujukan untuk membuat rekan tersenyum namun malah berakibat sebaliknya. Meski Anda mungkin berpikir diri Anda adalah komedian terkenal yang mampu mengocok perut orang lain, tapi jangan-jangan lawan bicara malah berpikir bahwa Anda menghabiskan waktunya dengan melontarkan lelucon-lelucon yang sama sekali tidak lucu. Hal ini sangat fatal terutama dalam meeting.
  6. Diam kalau gugup
    Hindari kata-kata seperti "uh," "yah, begitulah," "um," dan "eh," yang biasanya digunakan saat kita gugup atau kehabisan kata-kata. Lebih baik diam saat Anda tidak tahu apa yang ingin dikatakan daripada menggunakan kata-kata yang malah membuat orang mempertenyakan kapasitas
  7. Bicarakan topik yang dimengerti oleh semuanya
    Jangan mendiskusikan hal-hal yang tidak relevan (dalam hal ini hal-hal yang bersifat pribadi) yang mungkin hanya dimengerti oleh Anda berdua namun tidak dimengerti oleh rekan-rekan lain yang ada disitu. Bila Anda ingin membicarakan hal yang sifatnya pribadi, lakukan nanti.
  8. Dahulukan kepentingan tim
    Dalam diskusi, ajukan pertanyaan yang relevan dengan keberhasilan/kemajuan tim, bukannya tentang prestasi diri sendiri. Seandainya mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan diri Anda (misalnya performa di tempat kerja), sampaikan setelah rapat selesai.
    Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker

    Bookmark and Share

Memperoleh Gaji Lebih Besar Di Perusahaan Baru

Percaya atau tidak, banyak orang yang gelagapan saat ditanya oleh pewawancara : Berapa gaji yang anda inginkan? Anda menjawab terserah, jangan salahkan perusahaan jika gaji anda ditekan sekecil mungkin. Beberapa orang memilih cara mengalihkannya dengan balik bertanya : Sebenarnya berapa gaji ideal di posisi ini, namun hal ini dapat menjadi bumerang bagi anda karena bisa saja si pewawancara mengarang besar gaji di posisi tersebut (yang tentu saja lebih kecil dari standar).
Sebenarnya masalah negosiasi besar gaji yang akan diperoleh tidak terlalu rumit, asalkan anda mengikuti aturan-aturan sederhana berikut dan mempersenjatai diri anda dengan percaya diri, akal sehat, dan sedikit riset. berikut tips-tipnya :
  1. Lakukan penyelidikan
    Sebelum memasuki tahap negosiasi gaji, anda harus terlebih dahulu menyiapkan diri anda dengan mengadakan riset, yang tujuannya adalah supaya anda mengetahui nilai pasar anda. Perhitungkan pengalaman anda di bidang tersebut, proyek-proyek yang pernah anda tangani, kemampuan anda mengambil inisiatif, dan mengetahui iklim ekonomi yang ada saat ini. Kontak dengan organisasi profesional dan mencoba beberapa perusahaan lain sebelum menentukan pilihan akan memberikan anda gambaran yang lebih jelas berapa kisaran gaji posisi yang anda incar saat ini.
  2. Jujur
    Seandainya ditanya berapa gaji anda sebelumnya, jangan melebih-lebihkan penghasilan sebelumnya. Anda tidak akan pernah tahu apakah perusahaan baru anda akan mengecek ke tempat kerja anda sebelumnya. Banyak pekerjaan yang hampir diraih oleh seseorang akhirnya lenyap hanya karena si pelamar melakukan kebohongan (yang kelihatannya kecil namun berdampak besar ini).
  3. Tembak langsung
    Lawan ketakutan (atau keengganan anda memulai lebih dulu) dengan jurus tembak langsung, ajukan nilai gaji yang anda harapkan begitu ditanya. Hal yang perlu diingat : seandainya anda mengajukan nilai gaji terlalu tinggi, anda selalu mempunyai kesempatan untuk menurunkan tawaran anda (sekaligus terlihat sebagai calon pegawai yang memiliki motivasi tinggi). Namun sekali anda mengajukan tawaran terlalu rendah, nyaris mustahil untuk menaikkannya kembali.
  4. Jangan campuradukkan urusan bisnis dengan pribadi
    Menjalankan sebuah perusahaan adalah bisnis, jadi jangan heran bila pewawancara anda berusaha menekan anda hingga menerima gaji serendah mungkin (itu memang tugasnya sih!). Ada hal yang tidak boleh anda lupakan : menjalani wawancara bukan berarti anda tampil semanis mungkin, jangan pernah meminta maaf atau mundur menghadapi gertakan. Tampilkan diri dengan penuh kepercayaan diri (namun dengan tetap berlaku sopan dan hormat pada pewawancara).
  5. Lakukan tawar-menawar
    Seandainya gaji yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan anda (namun lebih dari cukup untuk menutupi pengeluaran anda), tidak ada salahnya anda mencoba melakukan tawar-menawar misalnya dengan mengajukan satu minggu ekstra untuk liburan, waktu kerja yang fleksibel, bagian kepemilikan, atau jadwal pembagian bonus. Jangan salah, nilai bonus terkadang cukup besar lho, bisa mencapai 10 sampai 20 persen gaji anda.
Pada akhirnya, ketekunan anda dalam melakukan penyelidikan, kejujuran, dan keyakinan diri yang cukup adalah cara terbaik untuk memastikan anda mendapatkan pekerjaan yang anda inginkan (yang juga memenuhi syarat-syarat yang anda minta). Belajarlah menjadi negosiator yang baik, bahagiakan diri anda dan (mudah-mudahan) gaji anda lebih besar.
 Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker

Bookmark and Share

Kamis, 11 November 2010

Tips Berburu Lowongan Kerja di Bursa Kerja

Apakah anda sedang mencari info lowongan kerja terbaru? Jika anda sedang mencari info lowongan kerja terbaru maka anda harus siap sedia untuk terus melihat di Papan-Papan yang biasanya di gunakan sebagai info lowongan Bursa Kerja, Umumnya perusahaan-perusahaan memanfaatkan bursa kerja untuk merekrut dan melakukan seleksi awal karyawan level entry dan middle. JAdi, bagi Anda dari kalaangan mahasiswa, fresh graduate, atau pun profesional, ayo gunakan ajang ini untuk berburu kerja. Selain bisa mendapatkan informasi pekerjaan, sajang ini juga bisa Anda manfaatkan untuk memperluas network dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan di bidang Anda.

Nah, agar kunjungan Anda ke bursa kerja semakin efektif, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:
Kenali Jenis Job Fair
Terkadang ada ajang bursa kerja yang diselenggarakan untuk mengakomodasi kebutuhan akan tenaga kerja pada bidang tertentu, misalnya di bidang marketing saja. Tidak jarang pula sebuah perusahaan khusus menyelenggarakan bursa kerja untuk memenuhi kebutuhan rekrutmen mereka sendiri. Beberapa universitas juga sering menyelenggarakan bursa kerja khusus untuk bidang teknologi informatika. Itu sebabnya, perlu mengetahui informasi jenis bursa kerja yang akan Anda kunjungi dengan jelas agar Anda tidak salah tujuan.
Jangan Hanya Window Shopping
Mengapa harus membuang waktu dan tenaga untuk datang jika Anda hanya ingin jalan-jalan dan melihat-lihat dengan pikiran siapa tahu ada pekerjaan yang cocok. Datanglah ke job fair dengan persiapan serius layaknya Anda sedang mencari kerja. Pasalnya, ajang bursa kerja selalu dipenuhi pengunjung. Apalagi saat keadaan ekonomi global maupun nasional sedang tidak stabil dan banyak perusahaan harus mem-PHK karyawan mereka. Persaingan mencari kerja akan semakin ketat. Jadi, manfaatkan ajang ini sebaik-baiknya.
Cari Informasi Rinci
Ketahui denah bursa kerja atau letak booth perusahaan-perusahaan incaran Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot berkeliling membuang waktu saat mencoba melamar di perusahaan tersebut. Selain hemat waktu, juga lebih tepat sasaran.

Bookmark and Share

Selasa, 09 November 2010

Komunikasi Pemasaran

Dalam kehidupan sosial suatu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya dibutuhkan komunikasi. Komunikasi ini memungkinkan dari satu individu untuk mendapatkan barang atau produk lainnya untuk memenuhi kebutuhan. Konsep inilah yang dikembangkan dan menjadi konsep untuk lahirnya promosi yang dikemas menjadi istilah komunikasi pemasaran.
Perkembangan metode pemasaran sangat mengedepankan terciptanya suatu komunkasi yang baik. Dengan adanya komunikasi yang baik, maka dapat mengambil hati konsumen sehingga akan dengan senang hati membeli produk yang telah ditawarkan ke pasar.  Promosi adalah faktor penting yang sangat perlu untuk diperhatikan dalam proses pemasaran. Dewasa ini dalam melakukan komunikasi tersebut sebagai salah satu bentuknya adalah melalui iklan yang saat ini telah sangat berkembang dengan amat sangat pesat.
Banyak perusahaan mulai dari yang tingkat kecil hingga ke tingkat tinggi, menggunakan konsep komunikasi berupa iklan untuk pemasaran barang atau jasa. Ekonomi saat ini sangat tergantung dan dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen. Apapun kebutuhan itu, maka pabrik berusaha untuk mencari cara untuk memenuhi agar dapat memuaskan dan mengakomoditir keinginan konsumen. Begitu juga dengan promosi dengan menggunakan iklan, semakin banyak iklan mengalami perkembangan mengikuti dengan kebutuhan dan pola hidup dari konsumen. Semakin bervariasi dari pola hidup masyarakat maka semakin besar pula variasi dan perkembangan dari produksi iklan yang dihasilkan. Iklan biasanya menjadi salah satu jenis pengeluaran keuangan yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam jumlah besar.
Pengeluaran yang besar yang dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan promosi via iklan, menjadikan bukti bahwa iklan memiliki peranan yang amat penting dalam mengukur keberhasilan pemasaran dari suatu barang atau jasa. Walaupun tidak selalu berjalan demikian, namun terkadang pengeluaran biaya iklan yang besar tidak selalu mendatangkan keuntungan dan penjualan yang besar. Oleh karena itu sangat perlu untuk mempertimbangan komunikasi pemasaran dengan media iklan agar dapat memenuhi target penjualan dari suatu barang atau jasa.
Pemasaran harus dilakukan dengan landasan strategi yang matang. Pemasaran yang bagus harus memiliki manajemen pemasaran yang baik pula. Beberapa tahun terakhir ini, komunikasi pemasaran yang sering dilakukan oleh iklan kebanyakan dengan menggunakan media elektronik terutama pada media lainnya yang dapat mengumpulkan masa dengan jumlah yang besar. Selai melakukan promosi dengan menggunakan media masa, pemasaran produk juga dapat dilakukan dengan cara melakukan promosi dengan menggunakan promosi penjualan yang dilakukan secara langsung yang dapat mendongkrak untuk mendatangkan keuntungan!
Dan terkadang, untuk perusahaan yang tidak mau repot sering sekali menggunakan perantara berupa biro iklan agar produk yang dipasarkan memiliki iklan promosi yang maksimal. Terkadang biro iklan ini diperankan oleh bagian penting yang diberi nama sebagai konsultan humas. Sebagai catatan, konsultasi humas ini berperan hanya sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pembuatan citra produk terhadap konsumen dan membuat publisitas yang lebih terhadap nilai suatu produk atau jasa.

Bookmark and Share

Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Indonesia hingga saat ini masih memiliki tingkat keselamatan kerja yang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang telah sadar betapa penting regulasi dan peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja ini untuk diterapkan. Kesadaran akan hal ini masih sangat rendah baik itu mulai dari pekerja hingga perusahaan atau pemilik usaha. Regulasi ini sangat penting untuk dilaksanakan dan dipatuhi dalam dunia kerja karena dapat mendatangkan manfaat yang positif untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan mampu meningkatkan probability usia kerja karyawan dari suatu perusahaan menjadi lebih panjang.
Sejauh ini, kalaupun ada perusahaan yang menerapkan regulasi keselamatan dan kesehatan kerja biasa bukan karena dorongan kesadaran sendiri, tapi lebih dikarenakan adanya tuntutan dari buyers atau para pembeli, terutama ketika perusahaan tersebut melakukan pemasaran ekspor atas hasil barang produksinya ke pasar international seperti ke Eropa dan negara-negara maju lainnya. Selain itu biaya dalam menerapkan regulasi ini juga masih dipersoalkan, baik itu mulai dari biaya pembelian safety accessories peralatan itu sendiri maupun biaya maintenance atau biaya perawatannya.
Sebagai contoh saja, untuk perusahaan yang mengoperasikan mesin-mesin berat yang mengeluarkan suara bising yang dapat menimbulkan hazard (bahaya) terhadap kerusakan telinga, harus mengeluarkan biaya uang kurang lebih seekitar enam ratus ribu rupiah untuk membeli peralatan penutup telinga untuk per unit-nya. Tentunya bagi perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan sesaat, maka hal ini akan dianggap sebagai biaya tambahan yang lumayan relatif besar yang riskan untuk mengurangi pendapatan perusahaan.
Lebih lanjut lagi, mungkin kita sangat jarang mendengar domonstrasi yang menuntut akan perbaikan prosedure tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Yang mungkin sering kita dengar adalah biasanya para buruh atau karyawan atau pekerja selalu menuntut untuk perbaikan nilai gaji atau salary yang didapatkan. Kondisi ini menunjukan bahwa masyarakat kita cenderung mengabaikan tentang pentingnya regulasi ini bukan! Kita juga sering lihat banyak pekerja secara individual (bukan yang terikat dengan perusahaan) dengan pekerjaan yang memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi namun hanya menggunakan peralatan yang sederhana. Hal ini tentunya tidak sebanding dengan probabilitas tingkat resiko kecelakaan yang dihadapi.
Pemerintah sendiri sebenarnya telah mengeluarkan aturan yang cukup tegas dan cukup jelas tentang regulasi keselamatan dan kesehatan kerja yang harus diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tanah air. Namun entah mengapa dalam pelaksanaannya masih carut marut tidak jelas. Sejauh ini, mungkin perusahaan-perusahaan yang telah go-international seperti di bidang migas yang telah menerapakan dengan cukup baik aturan ini, selebihnya susah untuk dilakukan pengontrolan. Apakah penyebabnya? Apakah karena kultur masyarakat kita sudah sedemikian lalai dan tidak terlalu memperdulikan tentang prosedur ini hingga mungkin nyawa pekerja memiliki resiko besar untuk hilang dengan mudah di tempat kerja!
Sudah saatnya aturan keselamatan dan kesehatan kerja atau yang biasa disingkat dengan K3 diterapkan dengan baik untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan buruk yang tidak dapat diprediksi. Mungkin jika kita menanyakan kepada para pekerja tentang K3, maka sebagian besar pasti menjawab hanya pada tingkat yang abu-abu atau tidak begitu memahami dan menyadari arti pentingnya K3 itu sendiri. K3 adalah salah satu jenik hak pekerja agar dapat bekerja dengan baik dengan tetap mengedepankan keselamatan.
Mengingat begitu pentingnya K3 seharusnya tidak terpinggirkan oleh hak-hal strategis pekerja lainnya seperti nilai gaji yang layak, dan hak-hak lainnya. Yang terpenting adalah pekerja disini adalah objek dan sekaligus sebagai subjek dari regulai K3 itu sendiri, sehingga jika K3 dilaksanakan dengan baik maka pekerja itu sendiri akan menerima effek positifnya dan begitu juga untuk keadaan sebaliknya.
Penerapan dengan baik akan regulasi keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab semua elemen yang terlibat di dalamnya seperti pihak perusahaan atau wirausaha, pekerja, dan masyrakat secara keseluruhan. Beberapa hari terakhir ini juga ada sebuah acara di salah satu televisi swasta yang mengulas pekerja-pekerja berani dengan berani menjalani pekerjaan dengan tingkat bahaya tinggi dengan peralatan seadanya. Hmm… Luar biasa…!

Bookmark and Share

Senin, 08 November 2010

Tips Agar CV dan Resume On-line Sukses

Sejalan dengan makin canggihnya perkembangan teknologi, maka lahir pula-lah cara-cara baru dalam melamar kerja. Salah satunya yang mungkin sudah tidak asing bagi kita adalah CV dan resume on-line! Pada dasarnya cara penulisan baik CV online maupun yang konvensional adalah sama. Namun ada beberapa tips jitu yang dapat kita terapkan agar dapat membuat CV dan resume online kita memiliki probability atau peluang yang lebih besar agar dilirik oleh perusahaan.

Pengiriman berkas-berkas lamaran kerja melalui email atau form aplikasi on line tertentu biasanya dilakukan dan diperlukan jika kita fokus melamar suatu lowongan kerja via internet. Setelah kita kirim berkas-berkas tersebut, mungkin memerlukan waktu yang cukup lama lagi agar terindex atau dilirik oleh perusahaan. Kalaupun dilirik, mungkin jumlah perusahaan yang menemukan dan membaca CV dan resume tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi yang sebelumnya diharapkan (tidak terlalu banyak)!
Hal ini terkadang kemudian membuat kita berpikir dan bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah situs lowongan kerja atau job portal yang kita kunjungi tersebut tidak credible atau tidak professional! Dugaan ini memang tidak sepenuhnya salah, namun lebih bijak lagi jika kita meninjau dan mereview kembali format CV dan resume yang kita kirim dan optimalisasi yang telah dilakukan.
Ok, langsung saja berikut ini beberapa tips yang mungkin berguna, untuk dapat mengoptimalkan peluang CV dan resume online yang kita kirim agar sukses, lebih menarik dan dilirik oleh banyak perusahaan:
  1. Pastikan data diri kita telah terisi dengan benar dan lengkap! Biasanya sesaat setelah kita menyelesaikan pendaftaran pada sebuah situs lowongan kerja di internet, maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan log-in ke member area dari situs tersebut. Nah, sebelum kita dapat mengakses full member area tersebut, biasanya account kita akan diarahkan oleh navigasi agar melengkapi data diri personal kita. Nah lakukan tahap ini dengan benar dan lengkap! Namun sayangnya kebanyakan pelamar mengenyampingkan hal ini dan malah buru-buru untuk meng-skip hal ini guna secepatnya mengetahui info lowongan kerja yang ditawarkan. Perlu diketahui bahwa, dengan melengkapi data tersebut maka akan peluang kita untuk dapat dilirik oleh perusahaan akan semakin besar.
  2. Jangan menyepelekan kata kunci! Apa itu kata kunci? Hmm… Pada dasarnya kata kunci disini hampir sama mekanismenya saat kita melakukan pencarian di search engine seperti Google. Kata-kata kunci ini biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mencari pelamar yang relevan dan sesuai yang dibutuhkan. Sebagai contoh, jika perusahaan membutuhkan seorang editor, maka biasanya kata-kata kunci yang digunakan adalah mengedit, CMS, menulis, dll. Atau jika ada perusahaan yang membutuhkan seorang programmer web, maka beberapa kata-kata kunci yang digunakan adalah firework, frontpage, php, html, dreamweaver, dll. Oleh karena itu optimalkan kriteria kata kunci yang relevan dan mewakili kemampuan kita ke dalam CV yang akan dibuat!
  3. Kemudian jangan lupa untuk selalu melakukan kontrol dan up-date profile yang telah dibuat secara berkala. Hal ini penting dilakukan karena mengingat bahwa membuat sebuah profil bukanlah langkah yang terakhir tapi merupakan tahap awal dalam pemasaran potensi yang kita miliki di internet. Pastikan dalam profil tersebut tercantum kata-kata kunci yang relevan! Pengecekan profil secara berkala juga bertujuan agar pihak perekrut kerja melihat kita aktif dan serius dalam melamar pekerjaan (tapi ingat jangan terlalu sering juga melakukan update, cukup seminggu atau dua minggu sekali)
  4. Kemudian, pastikan alamat dan normor kontak yang dapat dihubungi telah ditulis dengan benar. Jika kita menggunakan nomor telepon rumah, pastikan telah mencantumkan kode area tempat tinggal kita. Tentunya tidak mau bukan, sudah capek-capek memarketingkan diri via internet…echhh begitu dihubungi ternyat lose contact ha4x…..
  5. Sebagai tambahan terakhir, jika kita telah bekerja maka usahakan jangan menggunakan email perusahaan dari tempat kerja kita yang lama. Selain hal ini tidak etis, jika ketahuan oleh pihak kantor lama maka email tersbut akan diblokir dan bahkan mungkin kita akan dipecat oleh perusahaan lama tersebut sebelum mendapatkan jenis pekerjaan yang baru.
Bookmark and Share