Info Lowongan KerjaTersedia 8000 Info Lowongan, Masa Depan Ada di Tangan Anda
Tampilkan postingan dengan label TIps Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIps Wawancara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Desember 2010

cara menulis lamaran pekerjaan lewat email

Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya.
Bagi calon karyawan kerja lowongan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya.
Tentu saja semua tips umum menulis surat lamaran tetap perlu diikuti.
1. Judul Email
Judul email Anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email Anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskannya sebagai berikut “Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran”.
Catatan: Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta Anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email Anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.
2. Dimana Surat Lamaran Ditulis?
Sering kali kita bingung apakah perlu menuliskannya di badan email atau di file tersendiri. Menurut teman saya yang bekerja di bidang recruiting sebuah perusahaan multinational, Anda dapat menuliskan surat lamaran (cover letter) Anda di badan email. Artinya, perusahaan tetap akan menerima surat lamaran Anda dengan baik. Pengalaman saya, tidak pernah ada perusahaan yang menolak lamaran yang suratnya dituliskan di badan email.
3. Bagaimana dengan Resume loker?
Jangan menulis resume Anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran email Anda.
4. Word, PDF, atau Text?
Biasanya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerja jenis file yang bisa Anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan Anda untuk mengirimkan file berformat pdf. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume Anda dalam file MS Word (.doc).
File text (ekstension .txt) lebih baik tidak digunakan karena pada saat dikirim dengan email, file tersebut terkadang muncul di badan email. Ini terutama jika Anda menggunakan email gratis di Web, seperti Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.
5. Ukuran Email
Usahakan ukuran email Anda tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach. Karena itu periksa besar file yang Anda lampirkan. Jika Anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang terlalu besar. Perkecil ukuranya dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.
6. Email Signature
Email signature adalah text yang dituliskan secara otomatis oleh provider email Anda. Signature ini bisa Anda program sendiri, atau bagian dari iklan untuk penyedia jasa email tersebut. Adanya signature ini mengurangi kesan profesional pada lamaran Anda.
Email web gratis seperti Yahoo! dan Hotmail menambahkan signature ini secara otomatis pada semua email yang mereka kirim. Sedangkan Gmail tidak. Inilah alasan pertama saya memilih Gmail untuk mengirimkan lamaran-lamaran saya.
7. Test Kirim
Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, Anda juga perlu melakukan test pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran Anda, lengkap dengan attachment-nya ke email lain. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang Anda tuju. Kirim ke alamat email lain yang Anda punya. Jika Anda hanya mempunyai satu alamat email, Anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.
Apa pentingnya langkah ini? Sering kali format email yang Anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Saat mengirimkan email dari Yahoo! ke Gmail, saya perhatikan spasi email saya berubah dari satu menjadi dua. Tapi sebaliknya, email yang saya kirim dari Gmail ke Yahoo! tidak berubah formatnya. Ini alasan kedua saya menggunakan Gmail untuk mengirimkan lamaran saya

Selasa, 07 Desember 2010

Tips Wawancara

Membaca dan memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membuat Anda lolos wawancara kerja. Kemampuan komunikasi non-verbal memberikan nilai tambah untuk Anda sekaligus membantu untuk memperkirakan apa yang dipikirkan si pewawancara. 
1. Jabat Tangan
Jabatan tangan memperlihatkan siapa diri kita. Hati-hati dengan cara Anda berjabat tangan. Kenal istilah dead fish, bone crusher, atau wet fish? Itu adalah istilah-istilah jabat tangan yang tak bagus. Dead fish adalah tipe jabat tangan yang "malas", yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati. Sementara bone crusher, biasanya datang dari arah atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkan tulang. Meskipun niatnya menunjukkan tipe orang yang tegas, namun jabat tangan ini menyakitkan dan justru menunjukkan tipe agresif. Tipe wet fish menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Tiga langkah jabat tangan yang baik:
* Pastikan tangan dalam keadaan bersih, kering, dan tidak sedang memegang benda lain.
* Ketika menggenggam tangan lawan, berikan kehangatan namun pastikan ada ruang udara.
* Jabat tangan dengan profesional, sopan, genggaman kuat, dan senyum hangat.

2. Tatapan
Ketika Anda bertemu dengan si pewawancara, tatap matanya dan berpikirlah, “Wah, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda!” Hal ini akan membantu Anda tersenyum dari dalam hati, dan ia akan mendapati sinyal tersebut dengan mood positif. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita senangi secara otomatis pupil mata akan membesar, ini merupakan fenomena yang secara insting ditangkap manusia lain.

Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada dalam seputaran segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yakni di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.

3. Postur Tubuh
Upayakan untuk duduk lurus, agar kepercayaan diri muncul dari sana. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk dan berdiri. Duduk tidak rapi atau berdiri sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.

4. Posisi Kepala
Untuk meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara, posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.

5. Tangan dan Lengan
Tangan dan lengan memberi penilaian akan seberapa "menerimanya" kita. Jadi, upayakan tangan Anda berada di samping tubuh. Ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun yang datang kepada Anda.

Orang pendiam cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan tak jauh dari badan Anda, supaya tak terlihat berlebihan. Jangan melipat tangan di depan dada selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif.

Dua arti gerakan tangan:
* Telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas berarti orangnya terbuka dan bersahabat.
* Telapak tangan menghadap ke bawah berarti tipe orang yang dominan dan kemungkinan agresif.

6. Tanpa disadari, kaki cenderung bergerak di luar batas normal ketika kita gugup, stres, atau sedang kebingungan. Mengatasinya? Upayakan kaki kita setenang mungkin selama wawancara. Jangan biarkan kaki Anda terlipat, karena seakan-akan hal itu menciptakan batasan antara Anda dan si pewawancara.



Rabu, 24 November 2010

Persiapan Menghadapi Interview

Adapun tujuan menyusun resume yang efektif adalah agar Anda mendapatkan panggilan kerja. Panggilan kerja ini bisa bermacam-macam bentuknya, ada yang langsung dipanggil recruiter untuk mengikuti serangkaian tes (wawancara, tes bakat, psikotes, tes kesehatan, dll), ada juga recruiter yang memulai rangkaian tes tersebut dengan wawancara awal (saat mengikuti job fair).
Setelah itu recruiter akan merekomendasikan calon pelamar, yang memenuhi kriteria, untuk mengikuti tes-tes selanjutnya. Bagaimanapun juga, berbagai macam tipe panggilan kerja yang dilakukan, tetap ada sesi wawancara dengan calon pelamar.
Tujuan umum dari dilakukannya sebuah wawancara adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana level pribadi Anda.
2. Mempelajari lebih dalam kualifikasi yang Anda miliki.
3. Mengumpulkan informasi apa saja yang relevan dari diri Anda yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
4. Menyediakan informasi tambahan mengenai posisi kita dalam organisasi.
5. Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar siapa yang secara spontan akan di terima dalam pekerjaan yang ditawarkan.
Wawancara yang Anda lakukan 75% dipengaruhi oleh kesiapan mental dan 25% sisanya merupakan kemampuan Anda mengaitkan setiap pertanyaan yang diajukan dengan pengalaman yang Anda miliki. Wawancara termasuk bagian yang paling penting dalam sebuah proses rekrutmen karyawan. Keberhasilan dalam sesi wawancara adalah poin penting bagi keberhasilan Anda dalam proses seleksi.

INTERVIEW ADALAH PELUANG EMAS

Memfokuskan diri pada persiapan dan dengan banyak membaca tips-tips interview akan mampu membangun rasa percaya diri yang dibutuhkan pada saatnya tiba. Interview memberikan kesempatan kepada Anda untuk menjelaskan dengan gaya dan kata-kata sendiri, mengenai pengalaman apa saja yang Anda miliki, memampuan dan hal penting yang memungkinkan Anda menjadi salah satu kandidat terbaik dalam organisasi mereka. Sebagai tambahan, wawancara juga memberikan peluang pada Anda untuk mendemonstrasikan kemampuan pribadi, profesionalisme dan gaya atau cara kerja.

PERSIAPAN WAJIB

Wawancara dapat diumpamakan dengan pertempuran, untuk bisa memenangkan pertempuran tersebut Anda harus mengetahui siapa yang Anda hadapi, serta megatur senjata apa yang paling tepat akan digunakan untuk mengatasi serangan yang dilakukan oleh lawan Anda. Untuk itu langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :
1. Pelajari posisi yang Anda lamar, posisi dalam struktur organisasi, job description dan perannya dalam organisasi.
2. Ketahui lebih dalam segala hal mengenai perusahaan yang Anda lamar. Anda dapat memperoleh informasi tersbut dari :
  • Surat kabar, news letter
  • Web site resmi perusahaan
  • Saudara yang (pernah) bekerja di perusahaan tersebut
  • Produk-produk yang ada di pasaran
  • Iklan.
3. Pelajari tipe-tipe pertanyaan yang diajukan (biasanya seputar CV yang Anda tulis)
4. Perhatikan dengan seksama lokasi dan waktu wawancara, jangan sampai Anda terlambat karena putar-putar mencari lokasi.
5. Bawa dokumen penting Anda, terutama yang sesuai dengan surat lamaran yang dikirim.
6. Bawa surat referensi atau rekomendasi apa bila memungkinkan
7. Siapkan berapa jumlah gaji yang diinginkan

INGAT NAMA PEWAWANCARA

Sepertinya mengingat nama si pewawancara tidaklah penting, namun dalam hubungan yang cukup singkat itu Anda diharapkan bisa memberikan kesan positif. Dengan menyebut nama interviewer pada setiap menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan akan membuat interviewer merasa dihargai. Coba bandingkan antara kedua bentuk pertanyaan berikut ini :
Sang interviewer berkata : “apakah ada yang ingin Anda tanyakan saudara Andi?”, selanjutnya Anda bertanya
Contoh :
1. “Bolehkah saya tahu, mengapa posisi tersebut saat ini kosong?”
2. “Bolehkah saya tahu, mengapa posisi tersebut saat ini kosong, Pak Dany?”
Selain merasa dihargai, interviewer akan menilai bahwa Anda konsentrasi, antusias dan benar-benar memperhatikan apa yang mereka tanyakan.

DON’T USE “YES” & “NO” ANSWER

Usahakan agar dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, jangan berhenti pada kata-kata “ya” dan “tidak” saja. Jawaban “ya” dan “tidak” adalah jawaban mati, dan menggambarkan kedangkalan ilmu pengetahuan Anda. Sebuah jawaban pertanyaan harus disertai dengan jawaban yang lebih mendetil dan diskriptif. Siapkan diri Anda dengan pengetahuan-pengetahuan sederhana seputar posisi yang dilamar. Kadang-kadang pertanyaan yang diajukan bersifat jebakan dan membuat Anda kehilangan kata-kata untuk menjawab pertanyaannya. Tetapi yang harus menjadi pedoman adalah sebisa mungkin mengingat kembali pengalaman-pengalaman yang Anda miliki dan mengkonversinya sehingga informasi yang disampaian cukup relevan dengan pertanyaannya.
Contoh pertanyaan :
Interviewer : “Apakah Anda pernah menduduki posisi supervisor marketing di perusahaan lain?”
Jawaban #1 : “Tidak, belum pernah”
Jawaban #2 : “Saya beberapa kali memimpin tim dalam proyek penjualan, bersama dengan beberapa salesperson, SPG dan Merchandiser, khususnya untuk modern market dan terbukti sukses meningkatkan penjualan dan pangsa pasar dari 10% menjadi 40%”.

Penjelasan :

Pada jawaban pertama, Anda langsung menjawab ”Tidak”, sehingga akan langsung mendapat penilaian bahwa Anda tidak qualified atau tidak memenuhi syarat. Tetapi pada jawaban yang kedua, Anda tidak secara langsung menjawab tidak, tetapi Anda mengkonversi pengalaman menjalankan tugas seorang supervisor marketing, meskipun sesungguhnya Anda belum pernah menduduki jabatan tersebut (hanya sebagai sales person), dan hasil yang dicapai pun adalah hasil kerja sama tim. Dan Anda tidak berbohong.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Minggu, 21 November 2010

Tetap Optimis Saat Mencari Pekerjaan

Siapa bilang mencari pekerjaan itu gampang? Rasanya kalimat itu sering sekali diucapkan oleh semua orang dengan merujuk pada kenyataan yang ada sekarang ini. Namun tahukah anda bahwa rasa frustrasi menunggu datangnya panggilan itu jauh lebih menyiksa? Hal itu dikarenakan ketidakpastian yang melanda, yang membuat perasaan jadi tidak karuan. Memang banyak orang yang memilih untuk bersikap masa bodoh dan cuek, namun berapa lama sih hal itu bisa bertahan, apalagi kalau panggilan itu tidak kunjung datang?

Jangan remehkan rasa frustrasi ini, karena efeknya bisa panjang. Bisa-bisa saat anda benar-benar mendapat panggilan, lamaran anda ditolak hanya karena pembawaan atau raut muka anda yang kusut sebagai efek lanjutan dari rasa kesal tersebut. Mempertahankan keyakinan dan motivasi memang sangat vital dalam fase ini, namun dengan kiat-kiat berikut, pertahankan pemikiran positif anda.
  1. Rajin-rajinlah ngobrol dengan teman
    Akan lebih baik bila dalam situasi sulit seperti ini, anda mempunyai seorang teman sebagai tempat curhat. Ingat-ingatlah saran-saran yang diberikannya, siapa tahu bermanfaat bagi anda. Atur waktu teratur untuk bertemu dan berdiskusi, semakin banyak masukan yang diberikan semakin baik bagi anda.
  2. Buat catatan
    Tetaplah hidup teratur dengan menyimpan catatan-catatan tentang nomor telepon atau kapan dan kemana saja kita mengirim lamaran pekerjaan. Dengan mencatat hal-hal kecil namun penting tersebut, akan lebih mudah saat melakukan
    follow-up.
  3. Bagi waktu dengan baik
    Atur dan tentukan berapa lama waktu yang akan dihabiskan untuk membuat surat lamaran yang akan dikirimkan, melakukan riset pasar melalui
    website atau hal-hal lain yang menyangkut lamaran pekerjaan. Dengan begitu, kita tidak berharap terlalu banyak atau merasa kecewa saat tidak mampu menyelesaikan apa yang telah ditargetkan tepat pada waktunya.
  4. Tentukan tujuan
    Motivasi adalah hal yang paling penting dalam mempertahankan harapan dan tidak putus asa, jadi jangan buat target yang terlalu muluk-muluk. Tetaplah realistis dan berusahalah untuk dapat konsisten menjalankannya. Sebagai contoh, jangan sampai anda berencana untuk melakukan puluhan kali telepon dalam satu hari -- anda hanya akan menjadi depresi bila target tersebut tidak tercapai.
  5. Perkuat keyakinan diri
    jangan biarkan diri anda larut dalam frustrasi berkepanjangan! Bila anda memerlukan peralatan kosmetik baru (parfum atau lipstick misalnya), makan dessert yang enak, atau melakukan massage hanya supaya anda merasa lebih baik, lakukan saja. Lakukan apapun yang bisa membuat perasaan anda lebih baik, sejauh hal itu tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Dengan begitu, saat dipanggil untuk wawancara anda dapat tampil lebih percaya diri dan tenang.
  6. Kumpul dengan teman-teman
    Sediakan waktu misalnya sekali dalam seminggu atau sebulan untuk berkumpul dengan teman-teman anda (yang mungkin senasib), tanya perkembangan masing-masing termasuk menjelaskan tentang perkembangan anda sendiri. Usahakan agar suasana berlangsung santai dan tidak mengeluarkan banyak uang. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang berusaha mencari lowongan selama 24 jam, jadi tetaplah bergaul!
     Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker
    Bookmark and Share
     

Senin, 08 November 2010

Tempat Menemukan Lowongan Kerja

Bookmark and Share

Saat ini, kejadian yang ada di internet cukup unik, karena sangat banyak informasi lowongan yang dapat diakses di internet dan bermacam-macam situs perusahaan memanfaatkannya, sehingga tempat ini dianggap sebagai sebuah cara yang produktif untuk menampilkan berbagai lowongan yang sedang mereka buka.

Pengguna teknologi ini pun terbuka lebar tanpa mengenal wilayah secara geografis, sehingga menambah nilai dalam cara mendapatkan kandidat yang bermutu.

Tentukan pencarian informasi dengan cara yang spesifik baik dari bidang kerja, level, kerja yang diinginkan sebelum anda melakukan pencarian. Berikut ini beberapa jenis situs yang bisa anda manfaatkan untuk hal tersebut:
*Situs perusahaan, mereka bisa menyediakan informasi tentang peluang kerja yang dibuka pada saat ini, jadwal penerimaan, serta penyediaan layanan untuk memproses aplikasi lamaran. Sebagai contoh, layanan yang disediakan oleh American Express menarik untuk dilihat di sini, mereka dapat diakses di alamat http://www.americanexpress.com/ dimana anda dapat menemukan informasi ini pada link dengan judul “Jobs at American Express”.
*Situs layanan database untuk kerja. Situs seperti ini menyediakan berbagai macam lowongan pekerjaan yang sedang dibuka, dan mungkin dilakukan pencarian berdasarkan lokasi, industri, jabatan, tingkat pendapatan atau gaji, posisi, dst. Di Indonesia, cukup banyak situs yang termasuk kategori ini, termasuk salah satunya Jobsdb. Database mereka memiliki ribuan lowongan yang ada.
*Situs untuk hal khusus. Mereka umumnya terfokus berdasarkan negara, jenis pekerjaan, atau populasi. Informasi ini bisa anda dapatkan melalui berita dari koran lokal, baik berupa informasi ataupun iklan. Misalnya dari harian Kompas yang bisa diakses di http://www.kompas.com/ melalui link “informasi kerja” yang terdapat pada halaman tersebut, atau harian Pikiran Rakyat di http://www.pikiran-rakyat.com/ melalui link “lowongan kerja”.
*Ekspos karir secara virtual atau event khusus peluang kerja, berupa suatu kegiatan yang dilaksanakan secara khusus melalui media online, misalnya pekan penerimaan karyawan yang dilakukan oleh perguruan tinggi bekerja sama dengan berbagai perusahaan, atau dalam bentuk lainnya. Kegiatan ini dibuka dalam periode tertentu, dimana para pelamar mengirimkan data-data mereka secara online di internet, termasuk untuk melihat data dari pekerjaan yang sedang dibuka.  

Minggu, 07 November 2010

Kiat Sukses Wawancara Kerja

Dalam proses mencari pekerjaan membutuhkan seni tersendiri. Setelah Anda mengirim surat lamaran kemudian dinyatakan lolos, selanjutnya Anda akan mendapat panggilan untuk tes wawancara. Saat inilah sebenarnya kemampuan personal Anda diuji. Oleh karena itu, usahakanlah tampil maksimal ketika akan wawancara kerja. Berikut ini ada beberapa kiat sukses wawancara kerja yang bisa Anda coba, mulai dari tahap persiapan hingga saat wawancara berlangsung.
Persiapan atau Pra Wawancara
  • Anda harus benar-benar paham bahwa kemampuan akademik Anda tidak lagi diperhitungkan ketika menghadapi tes wawancara.
  • Usahakan Anda telah sampai di tempat wawancara maksimal 30 menit sebelum jadawal wawancara dimulai.
  • Tampil tenang dan percaya diri. Usahakan tidak begadang di malam hari sebelum wawancara, sehinngga esoknya Anda bisa tampil bugar.
  • Memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi. Semprotkan juga parfum ke tubuh Anda jika perlu untuk semakin memberikan kesan yang baik dalam hal penampilan.
  • Mempelajari visi misi perusahaan tempat Anda melamar kerja. Carilah data sebanyak mungkin tentang perusahaan tersebut. Ini penting agar Anda memiliki bekal cukup saat wawancara.
  • Jangan lupa berdo’a
Strategi  Saat Wawancara
Nah, setelah persiapan Anda telah benar-benar maksimal, saatnya Anda mengetahui strategi atau kiat yang bisa Anda praktikkan ketika wawancara berlangsung
  • Berusaha tampil tenang dan meyakinkan. Yakinlah dengan kemampuan diri Anda.
  • Berusaha menjawab pertanyaan calon atasan Anda dengan taktis, tidak berbelit-belit, namun juga tidak serampangan atau asal bicara. Ada baiknya sebelum Anda bicara, diperhitungkan terlebih dahulu susunan katanya.
  • Jangan menjelek-jelekkan atau memberikan informasi negatif jika Anda ditanya tentang perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya.
  • Jika Anda ditanya tentang kelemahan Anda, jawablah dengan percaya diri dan kata-kata yang optimis, meskipun juga tidak harus mengada-ada. Misalnya,”Saya pelupa, tapi akhir-akhir ini saya telah berusaha membuat catatan agenda yang harus saya lakukan tiap harinya..” Jujur namun tetap optimis Anda bisa memperbaiki kelemahan Anda.
  • Jika Anda ditanya hal pribadi, misalnya tentang pacar dan kapan menikah, atau tentang aktivitas ain yang banyak menyita waktu Anda di luar pekerjaan Anda nanti,  usahakan jawaban Anda tetap mengedepankan karir dan perusahaan Anda ketika bekerja nanti.
  • Jika Anda ditanya perihal gaji, jawablah dengan diplomatis dan sesuaikan dengan standar kapabilitas Anda, namun tetap jangan berikan kesan bahwa Anda sombong. Yang lebih penting, jangan mengatakan “terserah” ketika ditanya perihal gaji Anda nanti.
  • Tetap menjaga kontak mata selama wawancara. Hindari terlalu banyak menunduk atau seakan-akan tidak memperdulikan orang yang mengajak Anda bicara.
  • Gunakan kata-kata yang mengandung makna optimistis dan percaya diri.
Demikianlah beberapa kiat sukses wawancara kerja yang bisa Anda coba. Yang paling penting dari semua itu adalah kesiapan mental Anda dan tetap menjaga stabilitas emosi Anda serta berusaha menunjukkan kekuatan diri Anda selama wawancara. Selamat! Semoga wawancara Anda sukses.

Bookmark and Share