Info Lowongan KerjaTersedia 8000 Info Lowongan, Masa Depan Ada di Tangan Anda
Tampilkan postingan dengan label Wawancara kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara kerja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Desember 2010

cara menulis lamaran pekerjaan lewat email

Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya.
Bagi calon karyawan kerja lowongan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya.
Tentu saja semua tips umum menulis surat lamaran tetap perlu diikuti.
1. Judul Email
Judul email Anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email Anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskannya sebagai berikut “Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran”.
Catatan: Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta Anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email Anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.
2. Dimana Surat Lamaran Ditulis?
Sering kali kita bingung apakah perlu menuliskannya di badan email atau di file tersendiri. Menurut teman saya yang bekerja di bidang recruiting sebuah perusahaan multinational, Anda dapat menuliskan surat lamaran (cover letter) Anda di badan email. Artinya, perusahaan tetap akan menerima surat lamaran Anda dengan baik. Pengalaman saya, tidak pernah ada perusahaan yang menolak lamaran yang suratnya dituliskan di badan email.
3. Bagaimana dengan Resume loker?
Jangan menulis resume Anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran email Anda.
4. Word, PDF, atau Text?
Biasanya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerja jenis file yang bisa Anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan Anda untuk mengirimkan file berformat pdf. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume Anda dalam file MS Word (.doc).
File text (ekstension .txt) lebih baik tidak digunakan karena pada saat dikirim dengan email, file tersebut terkadang muncul di badan email. Ini terutama jika Anda menggunakan email gratis di Web, seperti Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.
5. Ukuran Email
Usahakan ukuran email Anda tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach. Karena itu periksa besar file yang Anda lampirkan. Jika Anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang terlalu besar. Perkecil ukuranya dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.
6. Email Signature
Email signature adalah text yang dituliskan secara otomatis oleh provider email Anda. Signature ini bisa Anda program sendiri, atau bagian dari iklan untuk penyedia jasa email tersebut. Adanya signature ini mengurangi kesan profesional pada lamaran Anda.
Email web gratis seperti Yahoo! dan Hotmail menambahkan signature ini secara otomatis pada semua email yang mereka kirim. Sedangkan Gmail tidak. Inilah alasan pertama saya memilih Gmail untuk mengirimkan lamaran-lamaran saya.
7. Test Kirim
Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, Anda juga perlu melakukan test pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran Anda, lengkap dengan attachment-nya ke email lain. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang Anda tuju. Kirim ke alamat email lain yang Anda punya. Jika Anda hanya mempunyai satu alamat email, Anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.
Apa pentingnya langkah ini? Sering kali format email yang Anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Saat mengirimkan email dari Yahoo! ke Gmail, saya perhatikan spasi email saya berubah dari satu menjadi dua. Tapi sebaliknya, email yang saya kirim dari Gmail ke Yahoo! tidak berubah formatnya. Ini alasan kedua saya menggunakan Gmail untuk mengirimkan lamaran saya

Minggu, 21 November 2010

Tetap Optimis Saat Mencari Pekerjaan

Siapa bilang mencari pekerjaan itu gampang? Rasanya kalimat itu sering sekali diucapkan oleh semua orang dengan merujuk pada kenyataan yang ada sekarang ini. Namun tahukah anda bahwa rasa frustrasi menunggu datangnya panggilan itu jauh lebih menyiksa? Hal itu dikarenakan ketidakpastian yang melanda, yang membuat perasaan jadi tidak karuan. Memang banyak orang yang memilih untuk bersikap masa bodoh dan cuek, namun berapa lama sih hal itu bisa bertahan, apalagi kalau panggilan itu tidak kunjung datang?

Jangan remehkan rasa frustrasi ini, karena efeknya bisa panjang. Bisa-bisa saat anda benar-benar mendapat panggilan, lamaran anda ditolak hanya karena pembawaan atau raut muka anda yang kusut sebagai efek lanjutan dari rasa kesal tersebut. Mempertahankan keyakinan dan motivasi memang sangat vital dalam fase ini, namun dengan kiat-kiat berikut, pertahankan pemikiran positif anda.
  1. Rajin-rajinlah ngobrol dengan teman
    Akan lebih baik bila dalam situasi sulit seperti ini, anda mempunyai seorang teman sebagai tempat curhat. Ingat-ingatlah saran-saran yang diberikannya, siapa tahu bermanfaat bagi anda. Atur waktu teratur untuk bertemu dan berdiskusi, semakin banyak masukan yang diberikan semakin baik bagi anda.
  2. Buat catatan
    Tetaplah hidup teratur dengan menyimpan catatan-catatan tentang nomor telepon atau kapan dan kemana saja kita mengirim lamaran pekerjaan. Dengan mencatat hal-hal kecil namun penting tersebut, akan lebih mudah saat melakukan
    follow-up.
  3. Bagi waktu dengan baik
    Atur dan tentukan berapa lama waktu yang akan dihabiskan untuk membuat surat lamaran yang akan dikirimkan, melakukan riset pasar melalui
    website atau hal-hal lain yang menyangkut lamaran pekerjaan. Dengan begitu, kita tidak berharap terlalu banyak atau merasa kecewa saat tidak mampu menyelesaikan apa yang telah ditargetkan tepat pada waktunya.
  4. Tentukan tujuan
    Motivasi adalah hal yang paling penting dalam mempertahankan harapan dan tidak putus asa, jadi jangan buat target yang terlalu muluk-muluk. Tetaplah realistis dan berusahalah untuk dapat konsisten menjalankannya. Sebagai contoh, jangan sampai anda berencana untuk melakukan puluhan kali telepon dalam satu hari -- anda hanya akan menjadi depresi bila target tersebut tidak tercapai.
  5. Perkuat keyakinan diri
    jangan biarkan diri anda larut dalam frustrasi berkepanjangan! Bila anda memerlukan peralatan kosmetik baru (parfum atau lipstick misalnya), makan dessert yang enak, atau melakukan massage hanya supaya anda merasa lebih baik, lakukan saja. Lakukan apapun yang bisa membuat perasaan anda lebih baik, sejauh hal itu tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Dengan begitu, saat dipanggil untuk wawancara anda dapat tampil lebih percaya diri dan tenang.
  6. Kumpul dengan teman-teman
    Sediakan waktu misalnya sekali dalam seminggu atau sebulan untuk berkumpul dengan teman-teman anda (yang mungkin senasib), tanya perkembangan masing-masing termasuk menjelaskan tentang perkembangan anda sendiri. Usahakan agar suasana berlangsung santai dan tidak mengeluarkan banyak uang. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang berusaha mencari lowongan selama 24 jam, jadi tetaplah bergaul!
     Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker
    Bookmark and Share
     

Minggu, 07 November 2010

Kiat Sukses Wawancara Kerja

Dalam proses mencari pekerjaan membutuhkan seni tersendiri. Setelah Anda mengirim surat lamaran kemudian dinyatakan lolos, selanjutnya Anda akan mendapat panggilan untuk tes wawancara. Saat inilah sebenarnya kemampuan personal Anda diuji. Oleh karena itu, usahakanlah tampil maksimal ketika akan wawancara kerja. Berikut ini ada beberapa kiat sukses wawancara kerja yang bisa Anda coba, mulai dari tahap persiapan hingga saat wawancara berlangsung.
Persiapan atau Pra Wawancara
  • Anda harus benar-benar paham bahwa kemampuan akademik Anda tidak lagi diperhitungkan ketika menghadapi tes wawancara.
  • Usahakan Anda telah sampai di tempat wawancara maksimal 30 menit sebelum jadawal wawancara dimulai.
  • Tampil tenang dan percaya diri. Usahakan tidak begadang di malam hari sebelum wawancara, sehinngga esoknya Anda bisa tampil bugar.
  • Memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi. Semprotkan juga parfum ke tubuh Anda jika perlu untuk semakin memberikan kesan yang baik dalam hal penampilan.
  • Mempelajari visi misi perusahaan tempat Anda melamar kerja. Carilah data sebanyak mungkin tentang perusahaan tersebut. Ini penting agar Anda memiliki bekal cukup saat wawancara.
  • Jangan lupa berdo’a
Strategi  Saat Wawancara
Nah, setelah persiapan Anda telah benar-benar maksimal, saatnya Anda mengetahui strategi atau kiat yang bisa Anda praktikkan ketika wawancara berlangsung
  • Berusaha tampil tenang dan meyakinkan. Yakinlah dengan kemampuan diri Anda.
  • Berusaha menjawab pertanyaan calon atasan Anda dengan taktis, tidak berbelit-belit, namun juga tidak serampangan atau asal bicara. Ada baiknya sebelum Anda bicara, diperhitungkan terlebih dahulu susunan katanya.
  • Jangan menjelek-jelekkan atau memberikan informasi negatif jika Anda ditanya tentang perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya.
  • Jika Anda ditanya tentang kelemahan Anda, jawablah dengan percaya diri dan kata-kata yang optimis, meskipun juga tidak harus mengada-ada. Misalnya,”Saya pelupa, tapi akhir-akhir ini saya telah berusaha membuat catatan agenda yang harus saya lakukan tiap harinya..” Jujur namun tetap optimis Anda bisa memperbaiki kelemahan Anda.
  • Jika Anda ditanya hal pribadi, misalnya tentang pacar dan kapan menikah, atau tentang aktivitas ain yang banyak menyita waktu Anda di luar pekerjaan Anda nanti,  usahakan jawaban Anda tetap mengedepankan karir dan perusahaan Anda ketika bekerja nanti.
  • Jika Anda ditanya perihal gaji, jawablah dengan diplomatis dan sesuaikan dengan standar kapabilitas Anda, namun tetap jangan berikan kesan bahwa Anda sombong. Yang lebih penting, jangan mengatakan “terserah” ketika ditanya perihal gaji Anda nanti.
  • Tetap menjaga kontak mata selama wawancara. Hindari terlalu banyak menunduk atau seakan-akan tidak memperdulikan orang yang mengajak Anda bicara.
  • Gunakan kata-kata yang mengandung makna optimistis dan percaya diri.
Demikianlah beberapa kiat sukses wawancara kerja yang bisa Anda coba. Yang paling penting dari semua itu adalah kesiapan mental Anda dan tetap menjaga stabilitas emosi Anda serta berusaha menunjukkan kekuatan diri Anda selama wawancara. Selamat! Semoga wawancara Anda sukses.

Bookmark and Share