Info Lowongan KerjaTersedia 8000 Info Lowongan, Masa Depan Ada di Tangan Anda
Tampilkan postingan dengan label Ariel-Luna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ariel-Luna. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 November 2010

MENJADI KARYAWAN YANG DIPERHITUNGKAN

Menjadi karyawan yang diperhitungkan dalam perusahaan tentu menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi para profesional, termasuk Anda. Namun untuk menjadi orang yang diperhitungkan, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan Anda sehari-hari.

Kepandaian Anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa Anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan. Strategi tersebut adalah ‘menonjolkan’ kemampuan Anda. Coba Anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir.

Apalagi jika Anda bekerja di perusahaan besar, jika ingin maju? Anda harus pintar-pintar menonjolkan? kemampuan Anda. Karena, semakin besar perusahaan tempat Anda bekerja, umumnya semakin sulit untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan. Keberhasilan Anda di unit kerja, seringkali tidak cukup untuk menarik perhatian perusahaan secara khusus. Nah, hanya orang-orang yang menonjollah yang akan mendapat perhatian khusus dari perusahaan.

Untuk menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan caranya jangan hanya mengerjakan tugas-tugas khusus yang diberikan pada Anda. Memang, kadang akan lebih nyaman jika mengerjakan tugas khusus yang itu-itu saja dari hari ke hari. Karena Anda akan terhindar dari beban ekstra dan resiko kegagalan yang lebih berat. Tetapi bila ingin menonjolkan kemampuan, tentu saja sikap semacam ini harus segera dirubah. Untuk itu setiap kali ada kesempatan, jangan sia-siakan. Misalnya mencoba berpartisipasi dalam proyek-proyek khusus atau tugas apa saja yang dipantau langsung oleh pihak manajemen perusahaan, baik yang terlihat maupun tidak.

Kadang perusahaan memiliki proyek atau kegiatan yang belum terjamah? karena tidak ada yang bisa menanganinya, sehingga proyek itu tertunda sampai beberapa lama. Kalau ingin menonjolkan diri, tidak ada salahnya Anda mengajukan diri untuk menangani proyek tersebut. Tentu saja, Anda harus meyakinkan perusahaan bahwa Anda mampu mengerjakan dan menyelesaikan proyek itu. Kemudian Anda harus membuktikan keyakinan Anda dengan menunjukkan hasil kerja yang menggembirakan.

Contoh lainnya, Anda dapat mengusulkan metode atau prosedur kerja yang lebih baik tanpa menunggu perintah dari atasan. Bila telah selesai, jangan ragu untuk menunjukkan atau melaporkan hasil kerja Anda pada atasan atau kepada pihak manajemen. Dengan catatan tetap sesuai dengan prosedur di perusahaan. Jangan lupa untuk memperkuat laporan Anda dengan hasil nyata.

Kerja Lowongan Selanjutnya jangan berhenti untuk mencari dan menerima tanggung jawab yang lebih besar! Konsekuensinya beban kerja Anda memang jadi lebih besar, tetapi beban kerja yang lebih besar tidak selalu berarti pekerjaan semakin banyak. Jumlah tugas Anda bisa jadi tetap sama, hanya bebannya yang lebih berat dari sebelumnya. Sehingga tanggung jawab Anda terhadap pekerjaan itu pun semakin besar. Selain itu jangan berhenti untuk meningkatkan peran dalam kelompok sampai akhirnya Anda dipercaya untuk mengepalai atau memimpin suatu proyek atau pekerjaan.

Bookmark and Share


Korban PHK 2009 capai 1 juta orang

JAKARTA: Korban pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2009 diperkirakan mencapai 1 juta orang, sehingga pemerintah harus mempercepat penyaluran dana stimulus pembenahan infrastruktur dan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri yang dijanjikan lebih dari Rp100 triliun.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan percepatan penyaluran dana stimulus itu akan dapat menyerap tenaga kerja korban PHK.

“Kami minta pemerintah mempercepat stimulus dana infrastruktur Rp100 triliun, PNPM Mandiri, kredit usaha rakyat dan lainnya agar ketika kami nanti mengenakan PHK, bisa langsung ditampung pemerintah,” tuturnya pada acara Tinjauan Ekonomi 2008 dan Perspektif 2009 di Jakarta kemarin.

Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun depan, sebagai dampak krisis ekonomi global, akan memaksa pengusaha menurunkan kapasitas produksi 20%-30%, sehingga PHK tidak dapat dihindari.

Apindo memperkirakan korban PHK mencapai 500.000 orang-1 juta orang pada tahun depan. Korban PHK hingga akhir 2008 diperkirakan 100.000 orang yang berasal dari berbagai sektor, khususnya padat karya.

Perkiraan Apindo itu jauh lebih besar dibandingkan dengan data hasil pemantauan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menyebutkan korban PHK hingga 12 Desember sebanyak 17.488 orang.

“Kami mulai mengurangi tenaga kerja per 1 Januari 2009. Yang pertama terkena PHK adalah buruh kontrak.”

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno menyebutkan PHK akan menjadi opsi terakhir, karena pengusaha harus membayar pesangon.

“PHK sudah berjalan. Di industri tekstil terjadi penurunan 10% dari tenaga kerja yang diserap 1,2 juta orang. Tahun depan paling sedikit mengurangi 70.000-80.000 orang,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan pengurangan karyawan di industri sepatu tahun depan mencapai 30.000 orang.

Gelombang PHK tahun depan juga diperkirakan berasal dari industri konstruksi, yang mengurangi 30% dari 15 juta pekerja, industri kayu, perkebunan terutama kelapa sawit sebanyak 100.000-300.000 orang.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sinduwinata dan Ketua Regulasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani mengungkapkan industri otomotif dan makanan-minuman mengantisipasi dampak krisis dengan mengurangi jam kerja, menghapus lembur, hingga efisiensi di sejumlah lini.

Sofjan berharap dapat menghapus ekonomi biaya tinggi dan mendukung langkah pengusaha mengamankan pasar domestik melalui proteksi dengan implementasi kebijakan pembatasan produk impor, mulai 1 Januari 2009.

“Kami minta pemerintah melibatkan kami, agar kebijakan bisa langsung tepat sasaran. Sekarang kami belum diajak bicara satu meja. Kami tidak minta insentif macam-macam dari pemerintah, yang penting bagaimana sinergi antara dunia usaha dan pemerintah,” paparnya.

Simulasi krisis

Kerja Lowongan Gubernur Bank Indonesia Boediono, yang ditemui di sela-sela rapat simulasi krisis ekonomi bersama Menteri Keuangan, mengatakan pemerintah dan bank sentral tengah bersiaga menghadapi perlambatan ekonomi dengan melakukan simulasi penanganan krisis ekonomi, menyusul gagalnya Perppu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) menjadi undang-undang.

“Betul ekonomi kita akan melambat. Kita harus siap-siap semoga tidak terlalu anjlok.”

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan simulasi guna mengantisipasi krisis sehingga, baik otoritas fiskal maupun otoritas moneter, tidak gamang ketika menghadapinya.

Bookmark and Share

Karyawan yang dibutuhkan perusahaan

Menjadi karyawan yang dibutuhkan dalam perusahaan tentu menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi para profesional, termasuk Anda. Namun untuk menjadi orang yang dibutuhkan, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan Anda sehari-hari. Jadi karyawan yang dibutuhkan perusahaan, bank, PT, atau perusahaan telekomunikasi tidaklah mudah. Harus memiliki skill yang tinggi. 

Kerja Lowongan Kepandaian Anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa Anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan. Strategi tersebut adalah ‘menonjolkan’ kemampuan Anda. Coba Anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir dan memenangkan persaingan dalam mencari lowongan kerja atau lowongan pekerjaan di koran dan internet.

Bookmark and Share

Tinggalkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan!

Sewaktu kuliah, menunda mengerjakan tugas dari dosen bisa dibilang adalah hal biasa. Dari mulai mengerjakan tugas semalam sebelumnya, menyontek tugas teman, menyuruh teman untuk membuatkan, sampai sama sekali tidak dikerjakan bila rasa malas telah menghampiri.
 
Kerja Lowongan Di dunia kerja, kondisi seperti ini pastinya tidak akan memperoleh toleransi. Setiap individu mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaannya. So, jangan harap kita dapat duduk santai kemudian melemparkan tanggung jawab kepada rekan kerja di kantor.
Agar kita dapat menyelesaikan tugas tepat waktu dengan deadline yang sudah ditentukan, mulailah dengan membuat skala prioritas serta batas waktu untuk kita sendiri. Bila di waktu proses penyelesaian tugas kita merasa jenuh atau belum berhasil menemukan ide yang cocok, tidak salah kok meninggalkan pekerjaan sebentar untuk mendapatkan inspirasi dengan melakukan aktivitas yang kita senangi, misalnya cuci mata di mal, mendengarkan radio, atau pergi ke bioskop.

Bookmark and Share

Menimbang Tawaran Kerja Baru

Bisa jadi saat ini Anda merasa cukup nyaman dan aman di perusahaan tempat Anda bekerja. Punya atasan yang baik, bahkan rekan kerja dan bawahan yang amat suportif. Tentu Anda tak berani menggadaikan semua itu demi apa yang belum tentu diraih di tempat baru, bukan?
Nah, berikut ada 5 tips untuk mengatasi dilema saat harus memilih untuk tetap bekerja di tempat lama atau menerima tawaran menggiurkan di depan mata.
Investigasi Itu Perlu
Investigasi tak saja perlu di dunia kepolisian, tapi juga perlu dalam urusan karier, lho! Bila direkrut oleh salah satu perusahaan, alangkah bijaknya sebelum menjalani proses perekrutan, Anda menyelidiki dan menggali secara aktif profil perusahaan itu.
Termasuk latar belakang dan sudah berapa lama perusahaan itu berdiri. Gali dan minta informasi sedetail mungkin, agar tak terjebak ke dalam jurang yang bisa membuat karier Anda makin jatuh.
Pentingnya mengetahui profil perusahaan juga berkaitan dengan kemapanan perusahaan itu. Bila perusahaan ternyata tidak mapan, sementara Anda tak tahu kondisinya, tentu akan membahayakan.
Jangan Malu Bertanya
Budaya malu bertanya masih melekat di kultur bangsa kita. Untuk urusan karier dan diri sendiri, kemungkinan akan lebih malu ketimbang bertanya di jalan, mungkin tepatnya, “tidak enak.”
Padahal, banyak bertanya amat diperlukan saat Anda menghadapi kasus dilema mendapat tawaran pekerjaan baru. Maka, bertanyalah sebanyak mungkin yang berkaitan dengan kebutuhan pengembangan karier selanjutnya di perusahaan baru.
Tak hanya bertanya soal fasilitas atau tunjangan apa yang akan didapat, tapi juga soal peluang apa yang sudah dipersiapkan untuk Anda.
Termasuk, apakah Anda akan mendapatkan sejumlah pelatihan atau disekolahkan lagi untuk menambah keterampilan dan kemampuan Anda dalam menunjang pengembangan karier.
Diskusi dengan Keluarga
Pindah pekerjaan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Begitu banyak yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Tak hanya fasilitas atau gaji berlipat saja, tapi juga lingkungan kerja yang mendukung, termasuk orang-orang di sekeliling dan keluarga.
Pikirkan juga jarak dan waktu yang harus ditempuh dari tempat tinggal Anda menuju kantor baru nantinya, apakah setimpal dengan apa yang akan didapatkan.
Diskusikan bersama keluarga atau sahabat yang sangat mengerti Anda. Tapi ingat, keputusan tetap di tangan Anda. Mereka hanyalah teman berdiskusi dan bertukar pendapat.
Kenali Calon Atasan Baru
Kenali lebih jauh calon atasan Anda! Jangan sampai menyesal setelah memilih bergabung di perusahaan baru, tapi ternyata tak sesuai harapan.
Gaji besar jadi tak berarti lagi bila bekerja sama dengan bad boss. Jadikan proses perekrutan yang mempertemukan Anda dengan orang yang akan menjadi atasan, kesempatan untuk mengenalnya lebih jauh.
Jangan hanya berfokus pada penampilan di hadapannya, tapi perhatikan juga secara teliti, tipe calon atasan baru Anda. Apakah ia tipe orang yang berselera humor baik dan ramah, atau kaku, workaholic, atau sulit dipercaya?
Jangan segan bertanya soal perusahaan itu dari sudut pandangnya sebagai atasan. Ciptakan pembicaraan dan diskusi dua arah agar sama-sama puas.
Jaga Hubungan Baik
Apapun keputusan Anda kelak, perlu diingat, untuk tetap menjaga hubungan baik dengan kedua belah pihak, baik perusahaan lama maupun perusahaan baru.
Ucapkan terima kasih untuk kesempatan berharga yang telah diberikan kepada Anda dan waktu yang telah diluangkan atasan selama bekerja di perusahaan lama.
Kepada atasan baru, jangan lupa bertukar kartu nama untuk melengkapi proses pendekatan Anda selanjutnya. Nah, selamat menjalankan yang terbaik dalam kehidupan karier Anda!

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Teknik Menulis Surat Lamaran Pekerjaan

Surat lamaran pekerjaan merupakan salah satu unsur pendukung yang cukup penting dalam proses melamar pekerjaan. Oleh karena itu, ada baiknya kita membuat surat lamaran dengan baik dan benar.
Seperti surat formil pada umumnya, surat lamaran ini dibagi menjadi tiga bagian, di antaranya:
1. Pembuka.
Isinya menyebutkan sumber informasi dari mana pelamar mengetahui adanya lowongan pekerjaan itu. Kemudian, lowongan apa yang dilamar dan menerangkan bahwa diri pelamar memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang diinginkan perusahaan.
2. Isi atau Uraian.
Isinya berupa uraian bahwa pelamar telah memenuhi persyaratan yang diminta dan telah memenuhinya. Selain itu, juga menyebutkan keterangan mengenai usia, pengalaman, keterampilan, dan informasi lainnya yang menunjang posisi yang diinginkan.
3. Penutup.
Kalimat penutup yang berisi harapan pelamar mengenai proses selanjutnya, yang disertai ucapan terima kasih.
Idealnya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk membuat surat lamaran yang efektif. Namun, sebelum mulai menulis surat lamaran, ada baiknya memerhatikan kaidah, etika, dan cara penulisan yang tepat.
Menulis surat lamaran perlu memerhatikan tatanan bahasa agar mudah dimengerti. Untuk itu, pergunakanlah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tulislah lamaran dengan kalimat yang tidak terlalu panjang, singkat dan efisien, jelas, dan sopan.
Surat lamaran tidak perlu memuat keterangan panjang lebar karena nantinya akan dilampiri dengan daftar riwayat hidup. Cantumkan alamat sejelas mungkin agar memudahkan perusahaan atau instansi menghubungi untuk keperluan proses seleksi berikutnya. Gunakanlah model penulisan yang paling praktis.
Beberapa catatan penting dalam menulis surat lamaran agar terlihat sopan dan formal sebagai berikut.
1. Antara nama kota atau tanggal dengan alamat tujuan dikosongkan satu baris jika menggunakan folio bergaris.
2. Antara alamat tujuan dengan kata “Dengan Hormat” dikosongkan satu baris jika menggunakan tulisan tangan atau 4 spasi jika diketik.
3. Antara kalimat “Dengan Hormat” dengan pembukaan surat dikosongkan satu baris atau dua spasi bila diketik. Penulisan paragraf dengan paragraf berikutnya tidak perlu dikosongkan.
5. Penulisan kata “Hormat Saya” dalam penutup surat lamaran berjarak dua baris dari kalimat penutup.
6. Penulisan kata “lampiran” berjarak tiga baris ke bawah dari kalimat penutup surat.
Contoh surat lamaran tanpa pengalaman
Jakarta, 11 Januari 2009
Kepada Yth.
Direktur atau Manager
PO Box 13xxx
Jakarta
Dengan Hormat
Saya bermaksud melamar salah satu lowongan Marketing Executive seperti yang dimaksudkan iklan Bapak pada harian “X “ tanggal 9 Januari 2009. Saya memiliki persyaratan yang dicantumkan dalam iklan bapak tersebut.
Usia saya sekarang 21 tahun, lulus D3 pada tahun 2008. Selain itu saya juga memiliki SIM C, tetapi saya belum pernah bekerja sama sekali. Saat ini untuk mengisi kegiatan, saya mengikuti kursus bahasa Inggris.
Saya sanggup bekerja keras dan bersedia melakukan segala pekerjaan yang ditugaskan kepada saya. Saya juga akan selalu patuh melaksanakan tugas di mana saja, termasuk ke luar kota sesuai dengan ketentuan perusahaan.
Walaupun belum berpengalaman di bidang penjualan, tetapi dengan keberanian dan keinginan keras untuk maju, saya yakin dalam waktu yang tidak akan lama dapat menguasai bidang tersebut. Jawaban dan panggilan dari Bapak untuk wawancara sangat saya nantikan dengan penuh harapan
Hormat Saya,
[Nama Lengkap]
Lampiran.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share


Tanya Apa Saat Wawancara Kerja?

Umumnya, saat wawancara kerja, perusahaanlah yang bertanya kepada si pelamar. Namun, di akhir wawancara kerja, biasanya pelamar diberikan kesempatan untuk bertanya. Semua artikel tentang pekerjaan menyarankan untuk memanfaatkan kesempatan untuk bertanya. Namun, apa yang sebaiknya kita tanyakan di saat krusial seperti itu?

1. Profil perusahaan
Ada kalanya, pewawancara memberikan presentasi singkat mengenai profil perusahaan (sangat disarankan Anda sudah terlebih dahulu mempelajarinya sebelum menghadiri wawancara). Bila pewawancaranya tidak melakukan hal ini, maka Anda bisa bertanya lebih jauh. Misal, tanyakan kapan perusahaan tersebut didirikan, target market-nya siapa, atau pesaingnya siapa. Tanyakan juga profil pemilik perusahaan tersebut; apakah perusahaan keluarga atau suatu kelompok usaha.
2. Peraturan umum perusahaan
Pertanyaan tentang jam kerja perusahaan atau ketentuan lembur bisa Anda tanyakan dalam kesempatan ini.
3. Struktur organisasi
Anda boleh mengajukan pertanyaan mengenai struktur organisasi di perusahaan tersebut, khususnya menyangkut kepada siapa Anda akan bertanggung jawab, hubungan dengan rekan yang berada di jenjang/departemen yang sama atau di departemen terkait. Bila posisi yang ditawarkan adalah supervisor ke atas, Anda juga bisa bertanya tentang jumlah anak buah Anda.
4. Paket remunerasi
Hati-hati dengan topik sensitif ini. Jangan mendahului pewawancara. Ajukan pertanyaan hanya bila pewawancara sudah membuka topik ini. Umumnya ada sesi pembicaraan mengenai gaji dan biasanya ini terjadi pada tahap-tahap akhir. Bila pewawancara sudah membuka pembicaraan dengan topik ini, Anda bisa mengajukan pertanyaan, bukan hanya tentang gaji, tetapi juga kompensasi lainnya. Misalnya tentang kesempatan mengikuti seminar/pelatihan, komisi, tunjangan kesehatan, dan lainnya.
5. Karakter pekerjaan/posisi itu sendiri
Hal terakhir ini sangat penting. Biasanya pertanyaan-pertanyaan ini lebih tepat bila Anda ajukan langsung kepada user atau calon atasan Anda. Tanyakan tentang deskripsi pekerjaan yang akan ditugaskan kepada Anda, target yang akan dibebankan, apakah ada penugasan ke luar kota, bagaimana prestasi Anda akan diukur dan lain-lain.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Rabu, 24 November 2010

Pekerjaan Sesuai Tipe Kepribadian

Berdasarkan teori John Holland, seperti dijelaskan dalam situs Career Key, umumnya manusia dibedakan dalam 6 tipe kepribadian yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Enterprising dan Conventional.
1. Tipe Realistik digambarkan sebagai orang yang memiliki skill bekerja dengan mesin, alat atau binatang. Umumnya menghindari aktivitas sosial seperti mengajar, penyembuhan dan penyuluh. Orang dengan tipe kepribadian seperti ini biasanya melihat diri mereka sebagai pribadi yang praktis, mekanis dan realistis. Contoh pekerjaan dalam lingkup ini adalah engineer, pilot atau petugas polisi.
2. Tipe investigative diuraikan sebagai orang yang gemar dan pandai memecahkan masalah. Mereka biasanya menghindari pekerjaan yang sifatnya memimpin, menjual atau memersuasi orang lain. Tipe ini melihat dirinya sebagai seorang yang presisi, scientific dan intelektual. Contohnya ahli kimia, dokter gigi, physician, ahli matematik.
3. Tipe Artistik suka melakukan aktivitas seni, drama, keterampilan tangan, menulis sastra. Umumnya, tipe ini menghindari aktivitas yang rutin, berulang serta pekerjaan yang sifatnya highly ordered. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang ekspresif, orisinal dan independen. Contohnya, desainer pakaian, penari, komposer, editor buku, dan graphic designer.
4. Tipe Sosial suka menolong sesama serta pandai melakukan kegiatan seperti mengajar, konseling, merawat atau memberi informasi. Mereka biasanya menghindari pekerjaan yang berhubungan dengan mesin, alat atau binatang untuk mencapai suatu maksud. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang suka menolong, bersahabat dan bisa dipercaya. Contohnya guru, konselor, perawat, pekerja sosial.
5. Tipe Enterprising suka memimpin, memengaruhi orang lain dan menjual gagasan. Umumnya menghindari aktivitas yang membutuhkan observasi mendalam dan pemikiran analitis. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang enerjik, ambisius dan bisa bersosialisasi. Contohnya, sales, agen real estate, pengacara, hakim, manajer hotel.
6. Tipe Conventional suka bekerja dengan angka-angka, berkas-berkas dan segala yang serbateratur. Menghindari aktivitas yang tidak terstruktur dan “tidak jelas”. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang teratur dan mengikuti sistem yang sudah baku. Contoh, sekretaris, teller bank.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Selasa, 23 November 2010

Pilih Pekerjaan atau Usaha/Bisnis Yang Anda Sukai dan Kuasai Penuh

Alangkah indah jika kita bekerja pada profesi yang kita cita-citakan sejak lama dan menikmati pekerjaan yang kita jalankan selama ini tanpa ada keraguan sedikit pun ataupun niat untuk alih profesi. Tidak hanya untuk pekerja kantoran, namun juga untuk para wirausahawan yang membuka lapangan kerjanya sendiri. Selama pekerjaan yang dijalankan adalah halal dan tidak melanggar hukum maka lanjutkan saja.
Banyak orang yang terjebak pada pekerjaan yang salah sehingga tidak dapat maksimal dalam bekerja karena adanya ganjalan yang menghambat kita untuk optimal. Biasanya orang yang hanya ikut trend, ikut-ikutan teman, dipaksa orang tua, kepepet, merasa tidak punya pilihan lain, dan sebagainya mudah untuk menemukan titik jenuh dan berniat untuk mengakhiri karirnya.
Untuk itulah diperlukan adanya pemahaman diri sendiri untuk menentukan arah masa depan sebelum melangkah. Kita harus memahami apa yang kita inginkan dan kemudian menyelaraskannya dengan peluang-peluang yang ada di luar sana. Gagal menemukan pekerjaan yang kita sukai dapat berakibat fatal ketika kita telah memilih pekerjaan yang dijalani. Sering-seringlah berpikir dalam untuk mampu memahami tentang apa-apa yang kita mau.
Keuntungan Memilih Pekerjaan Sesuai Minat, Bakat dan Kemampuan :
1. Punya wawasan luas tentang ilmu pekerjaan kita
2. Menghemat waktu untuk adaptasi diri
3. Menghilangkan resiko yang timbul akibat ganti profesi
4. Senang belajar dan menyelami pekerjaan kita
5. Bekerja all out alias maksimal sesuai kemampuan yang ada
6. Rugi pun masih bisa tetap senang bekerja
7. Tidak ada ganjalan di hati (kebencian terhadap pekerjaan)
8. Tidak bergantung pada orang lain yang lebih paham
9. Mau memulai dari bawah dan terjun langsung ke lapangan
10. Tahan banting jika ada krisis yang tiba-tiba melanda

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Yang Perlu Dilakukan/Etika Sebelum Mengundurkan Diri (Resign) Dari Pekerjaan

Pindah pekerjaan ke tempat yang baru merupakan hal yang umum terjadi dalam dunia kerja karena manusia pada umumnya menginginkan kesejahteraan yang baik dengan lingkungan kerja yang baik pula. Apabila kita mendapatkan pekerjaan baru dan kemudian mengajukan pengunduran diri (resign), maka kita harus melakukan berbagai tahap persiapan sebelum benar-benar pindah ke kantor baru.
Berikut Ini Merupakan Beberapa Etika Yang Perlu Diketahui Sebelum Pindah Ke Tempat Kerja Baru :
1. Memberikan Pemberitahuan Jauh-Jauh Hari
Biasanya untuk pengajuan pengunduran diri harus diajukan secara tertulis kepada hrd minimal 30 hari sebelum tanggal berhenti bekerja. Fungsinya yaitu agar perusahaan dapat mempersiapkan sdm yang akan menggantikan posisi kita serta memberi waktu untuk pengurusan administrasi.
2. Menyelesaikan Tugas / Pekerjaan Yang Tersisa
Selesaikan segera pekerjaan yang menjadi tugas kita dengan baik hingga tanggal pengunduran dan jangan menyisakan satu pun agar tidak menjadi beban bagi generasi penerus kita. Jika ada hutang piutang selama bekerja dengan teman atau atasan sebagainya segara diselesaikan juga demi kebaikan bersama.
3. Mengajari Calon Tenaga Pengganti Kita
Ajarkan sdm pengganti kita dengan baik agar dapat menyelesaikan pekerjaan yang kita limpahkan kepada dia. Segera laporkan ke hrd apabila pengganti kita dinilai tidak mampu untuk menggantikan kita agar bisa diganti dengan sdm yang lebih mampu.
4. Tetap Menjaga Hubungan Baik
Tetaplah menjadi orang yang baik di mata orang-orang di kantor lama di hari-hari terakhir bekerja di kantor. Dengan menjalin hubungan yang baik, maka suatu saat nanti apabila kita menemui kesulitan orang-orang dari kantor lama mungkin akan membantu anda. Penilaian akhir yang baik juga menjadi modal utama
5. Berpamitan dan Minta Maaf di Hari Terakhir
Tidak ada salahnya untuk pamit sekaligus meminta maaf jika selama ini ada kesalahan kepada para atasan, teman-teman di tempat kerja, bawahan, petugas keamanan, petugas parkir, dan lain sebagainya. Bekerja di tempat yang baru tanpa ada dosa akan lebih membuat semangat kerja kita maksimal.
6. Membereskan Tempat Kerja Kita
Bersihkan, rapikan, dan bereskan sebaik mungkin tempat calon pengganti kita jangan sampai ada banyak berkas, kotoran, sampah, buku-buku, dan lain sebagainya. Bawa pulang barang-barang pribadi yang masih ada di agar pengganti kita bisa lebih leluasa meletakkan berbagai barang-barang probadinya.
7. Menjaga Rahasia Perusahaan, Client dan Rekan Sekerja
Jagalah rahasia-rahasia milik perusahaan, jangan dibocorkan kepada pihak-pihak lain karena bagaimanapun juga aib tidak boleh kita sebarluarkan karena dengan alasan apapun. Begitu pula kita hendaknya jangan menjelek-jelekkan seseorang yang pernah menjadi teman kerja kita.
8. Mengurus Administrasi
Uruslah dulu surat-surat, formulir dan berkas dan sebagainya sebelum anda mengundurkan diri agar kelak setelah pindah ke kantor baru tidak perlu lagi mencuri waktu untuk mengurus keperluan administrasi kita sendiri.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share

Tips Cara Mencegah/Menghindari Stress Kerja Di Kantor & Menikmati Pekerjaan

Bekerja memang sesuatu yang kadang malas untuk kita jalani namun karena tuntutan kebutuhan hidup maka mau tidak mau kita harus menjalankannya. Agar bekerja bisa betah dan menyenangkan dibutuhkan usaha diri sendiri dan dukungan dari lingkungan sosial di kantor tempat kita bekerja. Berikut ini adalah cara untuk mencegah stres kerja di kantor :
1. Tinggal dekat dengan kantor / akses mudah
Tinggal di rumah yang jauh dari kantor membutuhkan usaha yang keras untuk berangkat ke kantor dan pulang ke rumah. Jika terlalu jauh ditakutkan bisa membuat badan kita capek ketika sampai di kantor dan ambruk ketika sampai di rumah. Mungkin dengan memilih lokasi tempat tinggal yang hanya beberapa langkah dari tempat kerja dapat membuat kita hidup lebih segar tanpa harus memikirkan perjalanan panjang yang harus ditempuh setiap harinya.
2. Tidak membawa pulang kerjaan
Di rumah adalah waktunya kita menjalankan hidup sosial, sehingga kita wajib menghindari lembur di rumah membawa pekerjaan, apalagi melibatkan anggota keluarga untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas dari kantor. Hal ini bisa berujung pada masalah hubungan sosial dengan isteri/suami, anak, orangtua, tetangga, dan lain sebagainya.
3. Akrab dengan rekan, atasan dan bawahan kekeluargaan
Jika teman-teman dan atasan di kantor sudah kita anggap seperti keluarga sendiri, maka kita bekerja bisa jadi nyaman serta akan saling membantu dan mendukung jika mengalami kendala-kendala dalam bekerja. Usahakan hubungan kita dengan bos atau atasan kita akrab dan tidak saling jaim (jaga image) seperti teman atau orang tua, namun kita tetap hormat kepadanya dan menghormati ketika dia marah.
4. Bekerja untuk ibadah bukan uang semata
Jangan lupa menjalankan ibadah kita selama menjalankan berbagai tugas kantor seperti solat wajib, salat sunat, puasa wajib, puasa sunah, dan lain-lain. Jika kita bekerja ikhlas demi Allah SWT dan tidak banyak mengharap imbalan yang besar, maka kita bekerja akan tenang, nyaman, damai, tentram dan tanpa beban.
5. Selalu cari cara untuk mempermudah pekerjaan
Selalu pikirkan cara dan metode baru yang dapat membuat pekerjaan yang tadinya butuh waktu lama jadi sebentar. Coba pelajari teknologi-teknologi baru, fitur/rumus office baru, ikut seminar, coba-coba trial eror, tanya ke senior atau pakar, dan lain-lain.
6. Mencari peluang kerja lebih enak
Mungkin bisa saja posisi kita saat ini di kantor tidak sesuai dengan yang kita inginkan secara horisontal. Misalnya kita suka kerja di lapangan namun kita ditempatkan perusahaan di balik layar komputer terus-menerus sepanjang hari. Cobalah utarakan unek-unek kita masalah penempatan dengan bagian hrd, mungkin mereka bisa membantu. Bisa juga tunjukkan saja kemampuan dan dedikasi kita pada perusahaan karena bisa jadi jika ada posisi kosong, kita bisa dipertimbangkan perusahaan untuk naik mengisi jabatan itu.
7. Tidak menggantungkan hidup pada pekerjaan
Jika kondisi perusahaan sedang gonjang-ganjing, maka kita bisa ikut sport jantung karena berhubungan dengan kelangsungan hidup kita dan keluarga kita. Tetapi jika kita punya bisnis lain maka kita bisa tenang walaupun kantor kita mau pailit dan bubar jalan. Di saat senggang pikirkanlah kira-kira peluang dan usaha apa yang bisa kita jalankan sesuai dengan modal yang kita miliki. Jangan takut untuk mencoba jika usaha sampingan yang kita jalani belum berhasil alias gagal.
8. Isi waktu istirahat/luang dengan yang berguna/bermanfaat
Pada saat jam istirahat jangan dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting seperti main game sendirian, nongkrong di warteg, kerja terus, aktivitas pemerah tenaga, dan lain-lain. Isi waktu senggang di kantor dengan hal-hal yang bisa mendukung pekerjaan kita seperti tidur siang sebentar, makan-makan dengan teman sekerja, nbobrol dengan banyak teman, cuci mata, jalan-jalan, merintis bisnis sampingan, dan masih banyak aktivitas berguna lainnya.
9. Meninggalkan budaya buruk perusahaan
Kadang ada budaya yang berlaku di dalam perusahaan yang dapat membuat pegawai tidak nyaman dan bisa membuat pusing/stress. Contohnya yaitu seperti junior harus hormat dan menjunjung tinggi senior, membatasi hubungan sosial, pelit mengeluarkan uang untuk senang-senang pegawai, semena-mena pada pegawai, dan lain sebagainya.
10. Rajin bercanda
Salama bekerja dan istirahat kerja tidak ada salahnya kita bercanda dengan orang-orang yang ada di sekitar kita untuk mencairkan suasana. Selama hal itu dilakukan dalam koridor yang wajar dan tidak mengganggu pekerjaan, maka bercanda yang sehat boleh-boleh saja. Banyak bercanda dan tertawa bisa meningkatkan hubungan pertemanan, menghilangkan beban pikiran, membuat badan dan pikiran jadi segar, dan lain-lain.
11. Kuasai bidang kerja dan permasalahannya
Pelajari masalah-masalah yang mungkin terjadi saat kita bekerja, lalu cari tehnik-teknik penyelesaiannya yang terbaik. Nanti, saat masalah yang telah kita perhitungkan muncul, kita minimal sudah punya solusi terbaik versi kita yang dapat kita praktekan tanpa membuang banyak waktu untuk berpikir. Jika pekerjaan yang kita tekuni telah kita kuasai dari a sampai z, maka kita akan lebih cepat menyelesaikan pekerjaan dan tidak menuntut banyak pikiran.
12. Mengatasi konflik dengan kepala dingin serta musyawarah
Konflik di kantor adalah hal yang biasa baik terjadi antara karyawan dengan karyawan maupun antara karyawan dengan perusahaan. Untuk itulah jika kita sedang berada dalam konflik, kita harus sesegera mungkin menyelesaikannya dengan win win solution tanpa kekerasan secara musyawarah. Jika ada masalah selesaikanlah dengan tenang tanpa emosi agar penyelesaian berjalan tanpa memunculkan masalah baru.
13. Bawa barang-barang yang kita sukai atau menghibur
Tidak ada salahnya kita membawa bingkai foto keluarga, boneka kesayangan, pajangan-pajangan unik, aksesoris lucu-lucu, atk yang unik-unik, majalah hobi, makanan ringan kesukaan kita, dan lain-lain. Buat senyaman mungkin dengan menyeting tempat kerja atau ruang kerja kita sesuai dengan apa yang kita mau, tetapi tetap wajar tidak nyeleneh.

Temukan semuanya di Kerja Lowongan, Loker 
Bookmark and Share